Aneka

Gadis Kecil Itu Ternyata Roh Halus (Tamat)

Foto Ilustrasi

Gadis Kecil Itu Ternyata Roh Halus (Tamat)

Cerbung Oleh : Abun Burhanudin

Malamnya, karena lelah, anak-anak itupun bisa cepat tidur. Kecuali Soni yang tampaknya belum datang rasa kantuknya. Waktu sudah hampir jam 12 malam, Soni tampak masih asik bermain game komputer yang sudah di sediain di kamar itu. Tiba-tiba, samar-samar terdengar suara anak gadis yang sedang melantunkan tembang di kejauhan. Soni penasaran, membuka jendela. Tenyata yang sedang bernyani itu adalah Febi.

Anak itu sedang duduk sendirian di dekat air terjun. Soni heran. “Kok malam-malam begini Febi masih bermain. Tapi bagus juga. Aku belum bisa tidur. Sebaiknya aku temani saja dia.” Diam-diam Soni lalu keluar rumah. Soni terus berjalan menyusuri jalan setapak menuju air terjun. Entah kenapa, mendadak dia merasa seram. Bulu kuduknya berdiri. Soni sempat punya fikiran mau balik lagi. Tapi tiba-tiba terdengar suara Febi menangis.

Soni kaget. Akhirnya walaupun merasa takut, Soni memaksakan diri menemui Febi. Soni sudah sampai di air terjun. Tampak Febi sedang duduk dia atas sebuah batu sambil menangis. Wajahnya yang pucat terlihat jelas terkena sinar bulan. Soni menghampirinya dan bertanya.

Febi menjawab, katanya, sekarang dia sedang sedih meratapi nasibnya. Setiap kali dia merasa sedih, pasti main ke tempat ini. “Tapi sekarang kan sudah malam. Gimana kalau ada hantu?” kata Soni. Tiba Febi menatap beringas ke arah Soni. “Jangan sekali-kali menyebut kata itu.. Aku paling tidak suka.” Kata Febi. Soni kaget karena Febi marah.

Diapun minta maaf. Soni kemudian menghibur Febi. Dia kembali photo-photo. Ternyata Febi sangat suka itu. Tak terasa waktupun sudah menjelang pagi. Dari kejauhan terdengar suara beduk. Febi terperanjat, dan bilang, sudah waktunya dia pulang. Tanpa mendengar jawaban Soni, Febi langsung pergi. Soni melongo. Lalu berteriak, bahwa besok siang dia dan teman-temannya akan bermain ke rumah Febi.

Tapi Febi diam saja, dan terus berjalan. Sonipun akhirnya pulang. Sesampainya di rumah, tampak Riza dan yang lainnya masih pada ngorok. Soni tak kuat menahan ngantuk. Akhirnya diapun berbaring dan langsung tidur pulas. Dalam tidurnya Soni bermimpi sedang bermain bersama Febi di sebuah tebing di atas air terjun. Tiba-tiba ada dua orang lelaki berpakaian hitam mau menculik Febi. Febi ketakutan lalu berlari.

Orang yang berpakian hitam terus mengejar. Akhirnya Febi mentok ke pinggir jurang, tak ada jalan lagi untuk kabur. Orang berpakaian hitam mengepung Febi. Febi panik, akhirnya dia menjatuhkan diri ke bawah jurang. Soni kaget. Dia segera berlari melewati jalan lain untuk menolong Febi. Sayang, sesampainya di sana, ternyata Febi sudah mati. Soni berteriak-teriak minta tolong.

Akhirnya dia dibangunkan oleh Riza dan yang lainnya. Bah Samaun dan Bi Puri yang juga kaget mendengar suara teriakan Soni segera berdatangan ke kamar ini dan bertanya. Soni menceritakan mimpinya. Bah Samaun dan Bi Puri kaget mendengar nama Febi di sebut-sebut. Soni bilang kalau Febi adalah teman barunya. Diapun lalu bercerita sejak dirinya berkenalan dengan Febi sampai kejadian tadi malam di dekat air terjun.

Mendengar cerita itu, Bi Puri langsung menangis. Riza dan yang lainnya heran. Bi Puri akhirnya berterus terang, kalau Febi itu adalah anaknya. Dia sudah meninggal akibat kecelakaan terjatuh dari tebing, beberapa tahun yang lalu. Mayatnya ditemukan dibawah air terjun dengan keadaan kakinya yang tinggal sebelah. Potongan kaki yang satunya tidak ditemukan. Bi Puri juga bilang, bahwa dirinya benar-benar merasa sedih, sebab orang-orang sering bilang kalau Febi sering muncul jadi hatu.

Mendengar itu, Riza dan yang lainnya merasa merinding. Soni tidak percaya. Jelas-jelas anak yang bermain dengannya itu adalah Febi bukan hantu. Diapun memperlihatkan photo-photo Febi yang ada di HP-nya. Alangkah kagetnya mereka, karena ternyata photo yang diperlihatkan Soni bukanlah Febi, tapi hanyalah photo-photo potongan kaki yang berlumuran darah. Riza dan yang lainnya makin merinding. Apalagi Soni yang baru sadar kalau ternyata selama ini dia bermain dengan roh halus. Saking socknya, Sonipun akhirnya pingsan. Riza dan yang lainnya panik.

Mereka segera menolong Soni. Tapi Soni tak juga siuman. Bah Samaun akhirnya memanggil Ustad Suleman. Dengan bantuan sang ustad ini, akhirnya Sonipun sadar. Ustad Suleman lalu bertanya, di mana pertama kali Soni bertemu dengan Febi. Soni bilang di dekat air terjun. Ustad Suleman minta diantar ke tempat itu. Merekapun lalu pergi ke tempat yang ditunjukan oleh Soni. Sesampainya di sana, sang Ustad lalu memeriksa keadaan.

Alangkah kagetnya mereka, saat melihat di sela-sela batu ada sebuah potongan kaki yang masih berlumuran darah. Ustad Suleman lalu mengambil potongan kaki itu. Selanjutnya dilakukan upacara pemakaman Seperti umumnya menguburkan jenazah. Potongan kaki itu dikuburkan, dan disatukan dengan jasad Febi, yang makamnya berada di dekat batu kembar. Di sini Soni kembali sock. Karena ternyata yang disangkanya rumah Febi kemarin adalah kuburan.

Saat pulang dari kuburan, Soni melihat dua orang lelaki yang muncul dalam mimpinya mau menculik Febi. Soni lalu bilang kepada Ustad Suleman. Ustad Suleman dan warga segera menangkap kedua lelaki itu lalu mengintograsinya. Kedua lelaki itu mengaku, bahwa dulu mereka pernah berusaha menculik Febi karena dendam kepada Bah Samaun. Akhirnya ustad Suleman dan warga menyerahkan mereka ke polisi. Sejak itu, kisah hantu Febi tidak pernah terdengar lagi.

Sekian..


Fishing