Aneka

GMNI Tidak Segan Bersikap Kritis

Pengurus GMNI yang baru saja dilantik.

Kuningan Terkini - Sebagai organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, pengurus baru DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kuningan tidak segan-segan untuk bersikap kritis. Bahkan, organisasi berasaskan marhaenisme ini berkomitmen bakal mengawal pembangunan di Kuningan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, melalui kritikan-kritikan terhadap kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai pancasila.

“Bentuk komitmen tersebut dilaksanakan dalam upaya mengawal pembangunan Kuningan supaya bisa lebih baik lagi,” ucap Ketua Umum DPC GMNI Kuningan, Ismah Winartono usai resmi dilantik baru-baru ini, Kamis (5/11/2015).

Tak hanya itu, pihaknya bahkan berani mengancam jika ada kebijakan yang bertentangan dengan nilai-nilai pancasila dan tidak berlandaskan keadilan, baik Perbup maupun Perda, GMNI tidak akan segan-segan melakukan kritikan dan demonstrasi.

“Sebab, saat ini Kuningan mulai jadi target dan bidikan para investor dari berbagai perusahaan-perusahaan besar. Letak yang strategis dengan dibukanya Tol Cipali ditambah bandara di Majalengka sangat membutuhkan pengawalan yang konkrit dari berbagai elemen,” katanya.

Sebab menurutnya, jika tidak ada pengawalan tersebut, dikhawatirkan ketersediaan lahan yang luas dan belum terpakai akan menjadi awal permasalahan yang berdampak pada kerugian masyarakat. “Karena itu, siapapun yang akan membuat kemunduran pembangunan dan merugikan masyarakat Kuningan akan menjadi lawan GMNI kedepan,” tandasnya.

Sementara Sekjen Presidium GMNI, Pius Bria menegaskan bahwa, sebagai organisasi yang berasaskan marhaenisme, GMNI akan terus menjadi pelopor dalam setiap agenda perubahan di Kuningan dan meningkatkan kemampuan dan kualitas kader.

“Hadirnya GMNI harus bisa menjadi jawaban atas permasalahan yang terjadi di tanah air, terutama dalam memperjuangkan nasib rakyat di Kuningan. Pahami berbagai persoalan, siapkan diri untuk membentengi ancaman paham-paham barat yang akan merusak rasa nasionalisme kita sebagai bangsa," pungkasnya.(AND)


Fishing