Aneka

Ansor Kuningan Hadiri Kongres di Jogja

Ketua GP Ansor Kabupaten Kuningan, Asep Z Fauzi saat menghadiri konresXV Pemuda Ansor di Ponpes Sunan Pandanaran Kaliurang Jogjakarta.

Kuningan Terkini - Dalam perhelatan Kongres XV Pemuda Ansor di Ponpes Sunan Pandanaran Kaliurang Jogjakarta, tanggal 25 hingga 27 November 2015 kemarin, GP Ansor Kabupaten Kuningan turut menghaditi kongres akbar tersebut. Dermikian disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Kuningan, Asep Z Fauzi kepada Kuningan Terkini, Minggu (29/11/2015).

“Kongres XV Pemuda Ansor ini dalam rangka pemilihan ketua umum baru untuk pengurus pusat GP Ansor pada periode mendatang masa khidmat 2015-2020,” katanya.

Menurutnya, dinamika kongres adalah cermin wajah dari sebuah organisasi. Karena itu, sejak awal semua peserta Kongres sudah bertekad mengedepankan sikap santun dan beretika dalam berpendapat. Kongres XV GP Ansor telah berjalan dengan lancar. Sidang-sidang juga berjalan dengan produktif.

“Ini harus dilakukan sebab GP Ansor adalah organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama. GP Ansor adalah cerminan wajah NU di masa depan,” ucap Ketua GP Ansor Kuningan, Asep Z Fauzi didampingi sekretarisnya, Toto Waliyudin dan Kasatkorcab Banser Kuningan, Elon Caslan.

Dalam sesi pemilihan kata Asep, H Yaqut Cholil Coumas (Gus Tutut) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum GP Ansor periode 2015-2020. Gus Tutut merupakan putra KH Cholil Bisri dari Rembang, dan bagian dari jajaran keluarga besar Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang.

“Dalam sesi pencalonan, hampir seluruh pengurus cabang dan wilayah merekomendasikan Gus Tutut menjadi Ketua Umum menggatikan H Nusron Wahid. Alhasil, forum Kongres langsung menetapkan Gus Tutut sebagai Ketua Umum terpilih,” ujarnya.

Gus Tutut sambung Asep, adalah mantan Ketum PMII Kota Depok 1997-1999 dan merupakan seniornya di PMII. Gus Tutut, merupakan kader terbaik pesantren yang memiliki visi, misi dan kinerja bagus di organisasi sekaligus pergerakan. “Karena itulah, kami mendukungnya. Karena, Ansor ke depan harus kuat, kompak dan berkarakter,” ungkap Asfa sapaan akrabnya.

Kini saatnya lanjut Asep, Ansor mengukuhkan visi dan misinya, sesuai dengan amanah para pendiri Ansor dan Nahdlatul Ulama. Bersama pasukan Banser dan Rijalul Ansor, diharapkan GP Ansor mampu menghadirkan semangat para pendiri organisasi ini. Sehingga, GP Ansor menjadi bagian strategis dari gerakan pemuda di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kuningan.

“Tantangan geostrategis dan geopolitik sudah menghadang di depan kita, antara lain persoalan radikalisme agama, juga tantangan ekonomi. Kita harus siap menghadapi semua itu,” terangnya.

Asep meyakini kapasitas dan kualitas Ketua Umum GP Ansor terpilih dalam mengawal para Kiyai dan ideologi Aswaja. Dirinya percaya, ia akan menggerakkan Ansor menjadi organisasi pemuda modern yang lebih baik secara kualitatif dan kuantitatif. Kuncinya, sinergitas dengan berbagai pihak yang peduli dengan pesantren dan masa depan bangsa. “GP Ansor jangan eksklusif, rekrut kader-kader NU terbaik dari pesantren maupun luar pesantren,” pungkasnya.(AND)


Fishing