Kuninngan Terkini, Bandung - “Sangat terkejut, maraknya pemberitaan penolakan pembangunan dermaga di pantai Karang Pamulang Palabuhan Ratu. Kajian ANDAL (Analisa Dampak Lingkungan?), ini sedang saya diskusikan dengan Kang Eka. Banyak yang ganjil dari proyek yang diprakarsai Dishub Provinsi Jabar ini”, ujar Nandang Permana, Ketua HNSI Jabar yang tak sengaja ditemui sore itu (21/12/2015) sedang membahas persoalan terkait bersama Eka Santosa di sekertariat Gerakan Hejo di Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung.
Menurut Eka Santosa, Ketua Gerakan Hejo, sebagai Ketua HNSI Jabar sepantasnya mengkaji kasus yang kini merebak penolakannya di masyarakat Palabuhanratu, utamanya.
”Jangan karena kepentingan kelompok tertentu, proyek bernama Pelabuhan Laut Pengumpan Regional (PLPR) senilai Rp. 296 M dibangun secara gegabah. Ini menunculkan lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Kami bukan anti pembangunan. Buktinya, semakin banyak penolakan di masyarakat akhir-akhir ini. Pantai ini primadona tempat rekreasi warga dan pengunjung Palabuhanratu”.
Secara terpisah kuninganterkini sore itu (21/12/2015) sempat mengontak Bayu Risnandar, yang merupakan bagian dari elemen FPB (Forum Palabuhan Bersatu). “Menindaklanjuti Dumas (Pengaduan Masyarakat - red) ke Polda Jabar Sabtu lalu (19/12/2015 – red) setelah pertemuan di Alam Santosa bersama WALHI Jabar, DPKLTS, dan LSM CADAS, sedang disusun laporannya. Alternatif, akan kami ajukan ke PTUN Jabar. Kalau sekarang HNSI Jabar bersikap tegas menolak, ini menambah energi FPB”, kata Bayu melalui ponsel yang besoknya (22/12/2015) akan melakukan aksi demo kesekian kalinya di Palabuhanratu.
Kembali ke Nandang Permana sebelum meninggalkan Alam Santosa pada hari itu – bagaimana langkah koordinasinya sehubungan sikap DPC Kabupten Sukabumi di Palabuhanratu menghadapi proyek PLPR ini? “Saya tegaskan kembali, sudah saya perintahkan untuk menolak. Dede Ola (Ketua DPC HNSI Kabupaten Sukabumi –red) sendiri sudah menolaknya. Saya pun sedang melakukan kajian bersama HNSI Pusat dan pihak terkait lainnya”. (Harri Safiari – Shahadat Akbar)