Kuningan Terkini – Diera globalisasi banyak para orang tua yang stres dalam menjaga dan mendidik anaknya. Menghadapi situasi itu, seharusnya orang tua lebih banyak waktu dalam mendidik anaknya dirumah.
“Jika anak terus dipaksa dan dijejali dengan berbagai macam informasi, pada akhirnya anak akan pusing tujuh keliling dan menganggap sekolah sebagai penjara,” kata Ketua Dewan Pembina Komite Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi di GOR Ewangga Kuningan, Selasa (12/04/2016).
Menurutnya, Kurikulum pendidikan di Indoneaia terlalu padat. Sehingga kurang berpihak pada anak. Karena banyak anak yang dipaksa untuk terus belajar, akhirnya anak menjadi stres.
“Semua anak pada dasarnya cerdas. Cerdas bisa menyanyi, mengaji, olahraga dan sebagainya. Terapkan pembelajaran yang ramah bagi anak. Sebab pada dasarnya semua anak senang belajar,” tutur Seto. (l.hakim)