Aneka

Aktivitas Gunung Ciremai Normal

Puncak Ciremai

Kuningan (KaTer) - Meletusnya gunung Sinabung di Sumatra Utara dan gunung Kelud di Jawa timur membuat warga Kuningan yang berada di bawah kaki gunung Ciremai dilanda kecemasan. Hal ini menyusul adanya gempa berskala kecil di beberapa desa di Kecamatan Jalaksana beberapa waktu yang lalu.

Namun, kekhawatiran warga Kuningan terbantahkan. Karena, aktivitas gunung tertinggi di Jawa Barat ini terdeteksi seismograf hampir setiap hari dengan frekuensi yang dinilai dalam masih tetap dalam status aktif normal (level I).

“Aktivitas vulkanik Gunung Ciremai, sama sekali tidak terpengaruh dengan letusan gunung Kelud di Jatim. Setiap gunung api memiliki magma masing-masing. Aktivitas vulkanik setiap gunung api tidak saling memengaruhi terhadap aktivitas gunung api lainnya,” kata pengamat gunung api di Pos Pengamatan Gunung Ciremai, di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Iyus Rushana, Senin (17/2/2014).

Setelah gunung Kelud meletus kata Iyus, warga Kuningan banyak yang menanyakan status Gunung Ciremai. Intinya, mereka ingin mengetahui kondisi aktivitas vulkanik Ciremai. Sebagian di antaranya menghkawatirkan letusan Gunung Kelud memengaruhi Gunung Ciremai.

“Aktivitas vulkanik Gunung Ciremai sama sekali tidak terpengaruh oleh letusan gunung Kelud,” terangnya.

Lebih jauh Iyus menjelaskan, Gunung Ciremai berada diketinggian sekitar 3.078 meter di atas permukaan laut. Menurut catatan dari buku dasar Gunung Api di Indonesia, gunung Ciremai merupakan gunung api aktif tipe A. Aktivitas vulkaniknya terus menerus mendapat pengamatan dari PVMBG melalui kegiatan pengamatan di pos pengamatan gunung Ciremai di Desa Sampora.

“Hingga saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Ciremai dalam kondisi normal. Tidak ada tanda-tanda mengalami peningkatan,” jelasnya.(AND)