Aneka

Tangkuban Perahu Erupsi, Ciremai Normal

Petugas pos penjagaam Ciremai, jaja.

Kuningan Terkini- Erupsi gunung Tangkubann Perahu tidak akan berpengaruh atau berdampak terhadap gunung Ciremai. Hal ini ditegaskan petugas Pos Pengamatan Gunung Ciremai, Jajat Sudrajat yang sedang memantau pergerakan seismograf di kantornya, di Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Sabtu (27/07/2019).

“Aktivitas vulkanik gunung Ciremai, masih dalam kategori normal. Dari catatan getaran seismic, rutinitas getaran Ciremai sangat bersahabat. Sehari rata-rata hanya 1 sampai 2 kali getaran. Tidak terasa, terasa karena frekuensinya rendah bahkan bisa tanpa getaran. Ini wajar dan tergolong level 1 normal," ungkap Jaja.

Gunung Ciremai kata Jaja, telah dipasang seismometer di kaki gunung. Alat ini mampu mengirim sinyal radio jika terjadi getaran. Sinyal akan diterima transmiter di pos pemantau dan alat seismograf akan akurat menulis data dalam gulungan kertas yang di laporkan setiap 6 jam.

“Masyarakat Kuningan tidak perlu khawatir dan tetap tenang beraktivitas seperti biasa. Selain pemantauan gunung, kami juga memiliki alat yang mampu mencatat gempa tektonik, atau gempa yang disebabkan oleh tumbukan lempeng bumi,” paparnya.

Hasil deteksi tersebut terang Jaja, Ia laporkan ke Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung serta pemerintah Kabupaten Kuningan melalui BPBD Kuningan. "Terkait erupsi gunung Tangkuban Perahu, tidak akan terdeteksi dengan alat ini. Namun alat ini mampu mendeteksi gempa yang terjadi di Pangandaran dan Kota Banjar,” pungkasnya.(Bubud Sihabudin)