• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Min18082019

Last updateSab, 17 Agu 2019 7pm

Aneka

Ciremai Berkobar, Titik Api Menghilang?

Penampakan puncak Ciremai paska kebakaran.

Kuningan Terkini - Upaya Tim Gabungan memadamkan kebakaran kawasan hutan Ciremai secara manual mulai membuahkan hasil. Titik api dikabarkan mulai menghilang di ketinggian 2.600 hingga puncak 3.078 mdpl, bahkan masih menyisakan sebagian vegetasi edelweiss.

Meski api dan kepulan asap tidak ditemukan, Tim Damkarhutla tetap melakukan mop up dan clearing area lokasi antara pukul 06:00-15:00 wib. Tim memantau Gunung Ciremai di Triangulasi 3.056 Mdpl, Triangulasi 3.058 Mdpl, Triangulasi 3.027 Mdpl dan Triangulasi 3.078 Mdpl area dilokasi kebakaran kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai.

Helikopter bell 412sp masih stay dan belum bisa berbuat banyak untuk menjatuhkan bom air karena awan tebal di kawasan puncak semenjak jumat sangat beresiko bagi pesawat. Sedikitnya 3 bom air yang berhasil di jatuhkan heli. Artinya, dalam proses pemadaman, upaya manual dari BPBD, TNI, POLRI, TNGC, BNPB dan relawan pecinta alam menjadi ujung tombak dalam penanggulangan bencana ini.

Kepala pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin menjelaskan, cuaca terkini di Posko Palutungan berawan Gunung Ciremai tertutup awan. Penambahan 10 personil lapangan pun dilakukan, hingga total yang terlibat mencapai 90 orang pada hari ini, yang terdiri dari 40 orang di lapangan dan 50 orang di Posko Palutungan.

“Tim gabungan berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, POLRI, BNPB, BPBD Prov. Jabar, MPGC Palutungan,” katanya.

Saat ini kata Agus, tim tengah mengupayakan estafet logistik, seperti makanan, minuman dan sarana kebutuhan personil. Mereka tersebar di Posko Lapangan Palutungan, Pos Taktis Lapangan di Sanghyang Ropoh, Pos Pantauan di Puncak Gunung Ciremai dan terakhir Pos Pengamanan Logistik Pangguyangan Badak.

"Kendala yang dihadapi hari ini, lokasi kebakaran berada di atas ketinggian 2600 Mdpl – 3078 Mdp, kemudian arah angin berubah-rubah bisa memicu meluasnya kebakaran hutan lahan dan membuat loncatan bara api," ungkapnya.

Dengan kondisi padamnya api Ciremai terangnya, semua personil lapangan tim Damkarhutla Kabupaten Kuningan akan ditarik mundur ke Posko Palutungan. “Adapun patroli di eks lokasi kebakaran bisa dilanjutkan oleh BTNGC esok disertai upaya pendinginan menggunakan bom air,” pungkasnya.(Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh