Aneka

Puluhan Siswa SMP 1 Gawarangi Kesurupan

Seorang siswi SMP 1 Garawangi yang kesurupan saat ditolong oleh guru SMP 1 Garawangi.

Kuningan (KaTer) - Kejadian mengejutkan menimpa warga SMP 1 Garawangi. Pasalnya, pada saat jam pelajaran berlangsung, sejumlah siswa mengalami kesurupan, Rabu (19/2/2014). Kejadian kesurupan masal di SMP 1 Garawangi ini terjadi untuk yang kedua kalinya, setelah sebelumnya terjadi satu tahun yang lalu.

Kepala Sekolah SMP 1 Garawangi, Syarief H saat ditemui di tempat kejadian menuturkan, awalnya pada pukul 07.40 pagi saat pelajaran Bahasa Indonesia sedang berlangsung, tiba-tiba salah seorang siswa perempuan yakni yayah jatuh pingsan tak sadarkan diri. Namun, tak lama berselang, salah seorang siswa bernama oom tiba-tiba teriak dan mengoceh tidak karuan. Bahkan, serasa lingsung dengan tanda-tanda mata tidak fokus terhadap keadaan disekitarnya.

“Dari dua siswa itu, kemudian disusul kembali oleh salah seorang siswa masih dalam satu kelas yakni Inka langsung jatuh pingsan. Karena dikhawatirkan kesurupan bertambah banyak, maka kami berupaya untuk memanggil ustadz di sekitar sekolah,” jelasnya.

Dia menambahkan, dari seluruh siswa yang mengalami kesurupan itu adalah siswa kelas 9 A. Padahal, hampir rutin setiap jum’at selalu mengadakan do’a bersama di lingkungan sekolah. “Kemungkinan, siswa yang kesurupan itu sedang berpikiran kosong. Selain itu, kejadian yang menimpa salah seorang siswa itu diduga efek dari menahan rasa sakit yang sedang diderita yaitu asam lambung atau mag,” terangnya.

Sementara, salah seorang SMP 1 Garawangi yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, kejadian ini yang kedua kalinya. Setahun lalu, kejadian serupa menimpa siswanya. Tak kurang dari 30 siswa mengalami kesurupan. Ruangan di dalam kelas, kantor, mushola, lab komputer dan lainnya pun kontan penuh dengan siswa yang sedang diobati (dibacakan do’a, red) dari kejadian itu.

“Namun, dibalik kejadian ini tidak ada cerita misterius atau sejenisnya yang menimpa siswa sehingga mengalami kesurupan. Pada proses belajar mengajar yang sudah-sudah pun terlihat aman dan tidak ada kejadian apa-apa,” pungkasnya.(AND)