Ekonomi

Petani Japung Darma Diberi Penyuluhan

Petani jaring apung (Japung) di Waduk Darma.

Kuningan (KaTer) - Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Kabupaten Kuningan melakukan penyuluhan kepada para petani Jaring Apung (Japung) Waduk Darma. Kegiatan penyuluhan itu guna meningkatkan produksi ikan tiap tahunnya bagi Kelompok pembudidaya ikan.

“Ada sedikitnya 20 petani japung dari berbagai kelompok akan didik melalui sekolah lapangan. Selama empat bulan ke depan, para petani akan dibina dan diberikan pemahaman mengenai iklim cuaca. Bukan hanya teori, namun juga praktek di lapangan sehingga benar-benar akan paham,” kata kepala Distanakan Ir Bunbun Budhiyasa kepada KaTer, Selasa (3/6/2014).

Penyuluhan itu sendiri sambung Bunbun, dilakukan setiap satu minggu dengan dua kali pertemuan di hari sabtu dan minggu. Kegiatan pelatihan teori dilakukan di aula kantor Distanakan dengan pembina dari Distanakan.

“Program ini memang baru kali pertama digelar dan sebagai bukti perhatian kepada petani Japung yang selama ini mengalami kerugian setiap ada pergantian musim. Dengan pemahaman yang dimiliki, mereka bisa meminimalisasi kerugian ketika terjadi perubahan cuaca,” ujarnya.

Selain penyuluhan seputar teori kata Bunbun, tapi juga praktek lapangan. Para peserta penyuluhan juga akan diberikan alat untuk mengukur kondisi cuaca. Alat itu sudah disediakan oleh pemerintah untuk diberikan kepada petani Japung.

“Dengan adanya pelatihan, kami yakin petani bisa meningkatkan produksi ikan dan tidak akan mengalami kerugian seperti sebelumnya. Meski alam sulit diprediksi, namun kita minimal sudah berusaha,” terangnya.

Diharapkan, dengan adanya penyuluhan yang dilaksanakan secara bertahap, nanti dapat meningkatkan kualitas ikan dan lebih meningkat tiap tahunnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perairan Umum Jawa Barat Umar Hidayat, menyambut positif kegiatan penyuluhan tersebut. Ini merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh para petani japung. Dengan perhatian yang besar, para petani merasa diperhatikan oleh pemerintah.

“Kerugian yang diderita para petani selama ini terbilang cukup besar. Sehinggga, dengan adanya antisipasi seperti kegiatan penyuluhan bisa mengurangi beban kerugian yang dialami petani Japung. Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Distanakan, dengan pelatihan ini kami merasa tenang dan diperhatikan. Kami yakin petani tidak akan rugi lagi,” ucap Umar yang juga sebagai Kepala Desa Jagara Darma Kuningan.

Menurutnya, minimal dengan mempunyai bantuan alat dari Distanakan, petani sudah bisa memprediksi kecepatan angin, kadar air sehingga ikan akan langsung diangkut ke darat. Selama ini, meski sudah mengetahui tanda-tanda namun para petani belum yakin makanya banyak yang jebol karena serangan datang tiba-tiba.(AND)