• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum10072020

Last updateKam, 09 Jul 2020 7pm

BJB

Ekonomi

Petani Japung Siaga Antisipasi Cuaca Buruk

Salah seorang petani ikan Japung di Waduk Darma.

Kuningan (KaTer) - Cuaca buruk yang tiba-tiba menyelimuti Kabupaten Kuningan memang sulit diprediksi dan cenderung tidak mendukung. Dalam sepekan terakhir ini, cuaca buruk kerap menghantui para petani jaring apung (Japung) yang berada di wilayah Darma. Untuk mengantisipasinya, petani ikan Japung selalu siap siaga dan selalu waspada.

“Peristiwa ikan mati pada saat cuaca mendung bukan satu kali dua kali, namun hampir terjadi setiap tahun. Agar tidak menderita kerugian yang kian besar, setiap mendung berkabut petani japung selalu waspada,” kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perairan Umum Jawa Barat, Umar Hidayat kepada KaTer, Minggu (22/6/2014).

Menurutnya, para petani Japung saat ini selalu siaga. Petani Japung tidak mau kecolongan ketika ada hal yang sudah mencurigan, dimana kadar air mendadak rendah akan langsung mengangkat ikan dari japung. Biasanya, ketika hujan dan cuaca mendung, akan mengakibatkan suhu permukaan perairan waduk menurun drastis.

“Ketika suhu rendah dibawah 20 derajat celcius dan juga minim oksigen akan menyebabkan terjadi pergerakan massa air dari dasar perairan ke permukaan yang disebut up-welling atau arus balik,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kadar oksigen, Ia selalu melakukan penyemprotan air sistem sirkulasi juga kami lakukan untuk meningkatkan kadar oksigen pada kolam japung. Kalau cuacanya terus menerus mendung disertai gerimis dan tidak ada tiupan agin seperti ini, biasanya kadar oksigen dalam kolam menurun.

“Jika hal tersebut tidak segera diatasi, ikan-ikan di kolam japung terancam mati kekurangan oksigen,” ucapnya.

Pengetahuan dari petani japung kata Umar, sekarang terus bertambah. Hal itu karena adanya pelatihan dari Distanakan (Dinas Pertanian, Peternaan dan Perikanan). Dimana, sebanyak 20 petani japung dari berbagai kelompok didik melalui sekolah lapangan. Alat untuk mengukur suhu juga diberikan kepada petani Japung.

“Tahun kemarin saja, ikan yang mati mencapai 70 ton dengan kerugian mencapi miliaran rupiah. Tahun ini, dengan siaga seperti yang dilakukan para petani Japung semoga bisa meminimalisir kematian ikan di kolam,” pungkasnya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh