• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum10072020

Last updateKam, 09 Jul 2020 7pm

BJB

Ekonomi

Tangkapan Ikan di Waduk Darma Capai 1,9 ton

Waduk Darma

Kuningan (KaTer) - Selain petani Japung yang banyak ditemui di kawasan waduk Darma Kuningan, tak sedikit juga warga masyarakat setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Tak tanggung-tanggung, dalam sebulan tangkapan yang dilakukan oleh nelayan waduk Darma bisa mencapai 1,9 ton ikan.

Data yang diperoleh dari aparat Desa Jagara Kecamatan Darma, bahwa ada 32 keluarga yang berprofesi sebagai nelayan. Mereka setiap hari menjaring ikan di waduk dari mulai pagi hingga sore hari.

“Dalam sehari, nelayan itu mendapatkan ikan sebanyak 2 kilogram atau 64 kilogram jika dari tangkapan sebanyak 32 nelayan. Apabila dijual, mereka akan memperoleh uang sebesar Rp 25 ribu. Untuk pembeli nelayan tidak perlu bingung, karena sudah ada yang menampung,” ucap Kades Jagara Umar Hidayat kepada KaTer, Kamis (26/6/2014).

Dikatakan, para nelayan biasanya memulai kerja di waktu pagi sekira pukul 06.00 WIB untuk menyimpan jala. Setelah menebar jala di beberapa titik, para nelayan mendiamkan dulu jala-jala yang ditebar untuk kemudian akan diperiksa saat siang hari sekitar pukul 13.00 WIB hingga kembali menepi pukul 16.00 WIB sore.

“Para nelayan juga harus mematuhi aturan yang telah diterapkan. Aturan tersebut yakni setelah dilakukan penebaran benih selama tiga bulan mereka dilarang menangkap ikan,” ucap Umar yang juga sebagai Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perairan Umum Jawa Barat.

Untuk jala yang digunakan kata Umar, ukurannya minimal 2,5 inci atau tiga jari. Karena, kalau lebih kecil nanti ikan kecil akan terjaring. Selain itu, dilarang juga menggunakan jaring rol. "Alhamdulillah mereka semua mentaati peraturan yang ada. Sehingga, profesi itu hingga sekarang tetap digeluti. Bukan hanya aturan, masalah keselamatan juga para nelayan selalu diingatkan,” katanya.

Di akhir perbincangan, Umar mengakui kalau kebanyakan para nelayan itu merupakan profesi yang turun-temurun dari keluarganya. Mengenai ikan yang ditangkap, kebanyakan ikan nila dan mas. “Dua jenis ikan itu sering ditebar oleh pemerintah,” ucapnya.(AND)

Add comment


Security code
Refresh