• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sen14102019

Last updateMin, 13 Okt 2019 3am

Ekonomi

Sambut Agustus, Penjual Bendera Menjamur

Sambut Agustus, Penjual Bendera Menjamur

Kuningan Terkini - Pedagang musiman mulai menjamur dipinggir jalan sepanjang jalur utama Kuningan pada akhir bulan Juli, mereka menjajakan bendera dan umbul-umbul bagi warga dan pengguna jalan yang melintas. Seperti halnya Ade (50th) salah satu pedagang bendera yang mangkal di Jalur Kuningan-Bandorasa, dirinya berharap penjualan bendera tahun ini meningkat.

Untuk tujuan tersebut, aneka sampel dia pajang di lapak dadakannya sekira 7 meter di pinggir trotoar. Mulai dari Bendera, Umbul-umbul, dan Background yang menurutnya ada model baru yang trending di setiap tahunnya.

"Umbul-umbul dan background yang saya pajang ini paling banyak diminati, karena modelnya baru, ada kombinasi lekukan segitiga di umbul-umbul ini. Kalo background ada tambahan sablonannya, harga juga terjangkau pak" terangnya.

Mulai 3.000 rupiah, Pedagang ini menunjukkan bendera mini yang bisa dimiliki pembeli. Kemudian bendera ukuran sedang untuk didepan rumah dibandrol mulai 15.000. "Bendera ukuran normal seperti di perkantoran saya jual mulai 30.000 rupiah, umbul umbul mulai 35.000 dan background mulai 250.000. Tersedia juga pilihan bahan dan model," tambahnya.

Menjamurnya pedagang musiman yang berjualan di trotoar mendapat respon yang bijak dari Kasat Pol PP Kuningan Indra Purwantoro, S.AP melalui Kasi Opsdal Hendrayana. Menurutnya, hal ini terkait hak aktivitas ekonomi warga untuk berjualan walaupun di pinggir jalan dan trotoar.

"Silahkan berjualan selama kelancaran lalulintas dan hak pejalan kaki terjaga. Kemudian para pedagang supaya bisa menjaga aset Kuningan disekitar lokasi. Misalnya tidak menancapkan paku di pohon," jelasnya.

Hendrayana juga berharap para pedagang memajang sampel bendera sewajarnya, sehingga kelancaran semua pihak terjaga. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh