• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sab14122019

Last updateSab, 14 Des 2019 3pm

BJB

Ekonomi

Panglima TNI Buka Gebyar Karya Pertiwi

Panglima TNI Buka Gebyar Karya Pertiwi

Kuningan Terkini - Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. secara resmi membuka “Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture tahun 2019” di Gedung Balai Sudirman, Jl. Dr. Saharjo No. 268, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture 2019 bertajuk Peningkatan Usaha Mandiri Untuk Menunjang Ekonomi Kreatif dan Menambah Pendapatan Keluarga, akan berlangsun tanggal 13 hingga15 November 2019 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan. Ada tiga kegiatan yang dilaksanakan. Pertama, bazar produk menampilkan 198 stand produk kreatif dan berkualitas berasal dari subsektor fashion, kuliner dan kriya Perwakilan Dharma Pertiwi seluruh tanah air.

Selain itu 20 Atase Pertahanan Negara sahabat ikut mewarnai Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture 2019. Diantaranya, China, Mexico, Pakistan, Polandia, South Korea, Thailand, Singapore, Brunei, Malaysia, PNG, Rusia, Philippines, Vietnam, Australia, Brazil, Canada, Japan, New zealand, Spain, Inggris) dan masyarakat umum.

Kedua, seni budaya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya dengan tema nusantara yang melibatkan berbagai perwakilan Atase Militer Negara sahabat. Ketiga, workshop dengan mengajak keterlibatan keluarga prajurit dalam pemasaran produk unggulan berbasis digital. Dalam sambutannya,

Panglima TNI menyampaikan apresiasi yang tinggi, khususnya kepada Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto beserta jajarannya, yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian HUT Ke-74 TNI tahun 2019. “Saya sangat menghargai prakarsa kegiatan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture tahun 2019,” ucapnya.

Panglima TNI mengungkapkan, Indonesia adalah negeri yang sangat indah dan kaya akan keberagaman budaya. Begitu pula dengan negara-negara di dunia yang memiliki kekhasannya masing-masing. Semua itu tentu saja tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial budaya masyarakat setempat.

“Semoga kontribusi kita semua semakin memperkuat ketahanan ekonomi dan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an bangsa Indonesia,” tutupnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh