• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Jum13122019

Last updateKam, 12 Des 2019 11pm

BJB

Hukum

Prajurit Kodam XVII Cendrawasih Latihan LKO

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Kuningan Terkini - Fajar menyingsing di ufuk timur Timika, Papua, diiringi gemuruh suara dua pesawat C-130 Hercules TNI AU. Puluhan payung mengembang di angkasa, menerjunkan prajurit-prajurit BKO Kodam XVII/Cendrawasih di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Jumat (29/11/2019).

Para penerjun disambut antusias oleh masyarakat Timika yang berbondong-bondong menuju droping zone. Saat mendekati droping zone, mereka dikejutkan okeh munculnya beberapa Sinterklas diantara para prajurit yang baru mendarat dari langit. Para Sinterklaas membawa karung-karung bingkisan Natal yang siap dibagikan kepada masyarakat.

Suasana bahagia dan keakraban menyelimuti Bandara Mozes Kilangin. Masyarakat pun berbaur dengan para prajurit, cermin kemanunggalan TNI-Rakyat.

Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P, menjelaskan, penerjunan tersebut adalah bagian dari Latihan Kesiapsiagaan Operasi (LKO) yang digelar di wilayah Kogabwilhan III. LKO adalah salah satu jenis latihan yang diselenggarakan secara rutin oleh semua Kotamaops TNI di wilayah NKRI.

“Tujuan LKO adalah untuk menguji Rencana Operasi (RO) Kotamaops TNI dalam rangka menghadapi kontinjensi di wilayah masing-masing,” kata Panglima TNI.

LKO di wilayah Papua terang Panglima TNI, dimaksudkan untuk menguji RO Kotamaops jajaran Kogabwilhan III, yang meliputi Kodam XVII/Cendrawasih, Kodam XVIII/Kasuari, Koarmada III dan Koopsau III. Selain itu, LKO di Papua juga dimaksudkan untuk menguji efektivitas Komando Pengendalian Operasi Kogabwilhan III yang baru dibentuk berdasarkan Perpres 66 Tahun 2019.

“RO yang diuji meliputi RO Bantuan TNI kepada Polri dalam penanganan konflik sosial dan RO pengamanan Obyek Vital Nasional (Obvitnas). Secara taktis militer, penerjunan di Timika merupakan bentuk inflitrasi udara,” ujarnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh