• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum05062020

Last updateJum, 05 Jun 2020 8pm

BJB

Hukum

Kapuspen TNI: Berita Bohong Bahayakan Persatuan dan Kesatuan

Waka Puspen TNI, Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E, M.Tr (Han)  berfoto bersam ausai penataran public relation.

Kuningan Terkini - Tantangan yang dihadapi kedepan akan sangat kompleks, salah satunya semakin masifnya penggunaan media sosial. Media sosial menjadi medan pertempuran baru oleh sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya. Demikian disampaikan Kapuspen TNI, Mayjen TNI Sisriadi dalam amanatnya yang dibacakan Waka Puspen TNI, Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E, M.Tr (Han) saat membuka Penataran Public Relations TA 2020.

“Penyebaran informasi dan berita-berita bohong melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, ke-Bhineka Tunggal Ika-an dan munculnya radikalisme,” katanya, Senin (16/03/2020).

Kapuspen TNI mengingatkan untuk membentengi pengaruh negatif dari penggunaan media sosial oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab dengan menyebar berita bohong tersebut. Maka kata kunci bagi prajurit dan PNS TNI adalah jangan mudah percaya terhadap berbagai berita bohong. Prajurit dan PNS TNI harus cerdas, pandai memilih dan memilah berita yang positif dan bermanfaat.

“Mencermati perkembangan lingkungan global yang diwarnai dengan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi, telah mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dinamika pelaksanaan tugas TNI, khususnya Satuan Penerangan TNI sebagai Public Relations yang merupakan salah satu pilar penting cara berkomunikasi dengan publik dalam upaya menciptakan citra positif TNI,” paparnya.

Penataran Public Relations ini kata Kapuspen TNI, adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia, yang mampu mengkomunikasikan dan mentransformasikan kinerja TNI di bidang penerangan, baik di lingkungan internal maupun eksternal TNI dalam rangka membangun dan memantapkan interoperabilitas jajaran penerangan TNI guna mendukung tugas pokok TNI.

“Melalui penataran ini, di harapkan para peserta dapat mentransfer ilmu pengetahuan, memiliki pemahaman dan keterampilan praktis di bidang Public Relation,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh