• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sab25092021

Last updateKam, 23 Sep 2021 10pm

BJB

Hukum

Kejari Kuningan Panggil Pejabat Diporapar, Alat Kesenian ‘Kembali’

Deri Akbar

Kuningan Terkini - Buntut dari raibnya sejumlah inventaris berupa fasilitas Seni di Gedung Kesenian Kuningan (GKK) di jalan Veteran Kuningan, Kejaksaan Negeri Kuningan melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tak luput juga Pejabat di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata juga dipanggil untuk memberikan keterangan.

Menurut salah seorang aktivis seni dan budaya Kuningan, Deri Akbar, Ia merasa bersyukur dengan adanya proses pemanggilan tersebut, meskipun sifat nya hanya memberikan keterangan tapi efek positif yg terjadi adalah kembalinya beberapa alat yang tadinya diduga raib.

“Pengadaan inventaris peralatan seni itu, dimaksudkan untuk memfasilitasi para aktivis seni maupun para pekerja seni, saat mereka berlatih atau pentas di GKK,” katanya, Senin (21/06/2021).

Pria yang aktif sebagai anggota Dewan Kebudayaan Kabupaten ini mengungkapkan, sudah setahun lebih mengejar aset gedung kesenian ini. Berbagai cara sudah di tempuh, bahkan mendorong Pemda dalam hal ini bagian Aset di Setda Kuningan untuk memeriksa dan menginventarisirnya. Tapi ternyata belum ada hasil yg memuaskan.

“Dengan adanya proses pemanggilan oleh Kejaksaan Negeri Kuningan, barulah beberapa alat dikembalikan ke gedung kesenian. Alhamdulillah, sekarangmah rada weh euyeub Gedung Kesenian teh, peralatan banyak yang dikembalikan dan bisa dimanfaatkan,” terang Deni.

Deri berharap, kedepan kejadian ini tidak terulang lagi, sebab di Kuningan banyak generasi muda yang punya potensi ingin memanfaatkan Gedung Kesenian sebagai rumah kedua para pelaku seni. Besar harapan, ketika alat kesenian sudah ada kembali, denyut aktifitas kesenian kuningan harus lebih meningkat dan bisa melahirkan seniman seniman muda kreatif.

“Begitupun untuk pihak terkait, pendisiplinan dan pembinaan terhadap pegawai harus lebih di tingkatkan lagi, khusunya ASN yang bertugas di lingkungan kebudayaan, inventarisasi barang lebih ketat sehingga tidak akan terulang barang dibawa keluar gedung kesenian dan tidak kembali lagi,” pungkasnya.(jly)

Add comment


Security code
Refresh