• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sen14102019

Last updateMin, 13 Okt 2019 3am

Hukum

Ondin: Bawaslu Kuningan Tangani 12 Kasus

Ondin Sutarman

Kuningan Terkini - Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan Ondin Sutarman, S.I.P menilai Penetapan Caleg Terpilih di Kuningan tergolong cepat dan masuk dalam gelombang kedua Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Selama Pesta Demokrasi 2019, lembaganya telah menangani 12 kasus. Diantaranya, 7 dugaan pelanggaran pidana, 3 pelanggaran administratif dan 2 sengketa hasil Pemilu yang berpengaruh besar terhadap perampungan tugas KPU Kuningan.

Dari seluruh kasus tersebut, 5 kasus berhenti di pembahasan tahap kedua yang dikenal dengan istilah DSG2 di ruangan Penegakan Hukum Terpadu Gakumdu yakni setelah pembahasan bersama penyidik kepolisian dan penuntut kejaksaan. Sedangkan, 2 laporan pelanggaran administratif dari Partai Gerindra dan Demokrat ditangani dengan cara cepat karena terjadi pelaporan setelah rapat pleno Kabupaten sehingga ada keterbatasan waktu.

"Dua kasus yang dilaporkan peserta Pemilu ke Mahkamah Konstitusi adalah hak Caleg. Tugas kami di Bawaslu hanya menyampaikan data hasil kerja dan putusan Komisioner Bawaslu Jabar, data tersebut dinilai cukup oleh MK, sehingga dikeluarkan surat dismissal," jelas Ondin kepada Kuningan Terkini, Kamis (01/08/2019).

Keputusan ini kata Ondin, membuat Bawaslu Kabupaten Kuningan tidak diundang MK dalam Sidang pembuktian. Sebagai perbandingan ada 13 Kabupaten/Kota lain, dimana kasus Perkara PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) berlanjut di MK, Komisioner Bawaslu Kabupaten dipanggil mengikuti persidangan sehingga Penetapan Caleg Terpilih ditangguhkan.

Selanjutnya, Bawaslu Kuningan akan melaksanakan tugas lainnya setelah Pemilu. Diantaranya yang menarik perhatian Ondin adalah mencari generasi penerus Bawaslu dari Pengawas Tingkat TPS, Panwascam dan Staf di Bawaslu Kabupaten. Dirinya akan menyisir Desa-Desa untuk mencari kader tersebut.

"Bawaslu kedepan akan diisi oleh petugas yang sebelumnya mengikuti program kaderisasi dan pelatihan, hingga mereka mendapatkan sertifikat sebagai syarat mengikuti seleksi. Di masa depan seluruh petugas Bawaslu akan miningkat dalam profesionalitas kerja," pungkasnya. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh