Kuningan Terkini - Ratusan atlit biliar dari berbagai daerah di Kabupaten Kuningan mengikuti Turnamen Biliard Nine Ball Competition Bupati Cup 2, Minggu (20/12/2015). Kejuaraan biliar nine ball yang di gelar Pengcab POBSI Kuningan ini memperebutkan total hadiah 5 juta rupiah serta piala bergilir dan piala tetap.
Wakil Bupati Kuningan, H Acep Purnama SH MH yang yang hadir dalam even biliar tahunan ini mencoba kepiawaiannya bermain biliard melawan Ketua KONI Kuningan, H Didi Sutardi. Sementara, Kepala Disdikpora Kuningan, Drs Asep Taufikulrochman, Mpd tidak ketinggalan ikut mencoba bermain biliar melawan ASDA I, Maman Suherman.
Ketua Pobsi Kuningan, Wawan mengatakan, ada tiga kategori dalam turnamen biliard Bupati Cup II ini, yaitu Kategori nine ball max 27 tahun. Nine ball veteran dan umum serta eksebisi atlet pon jabar. “Kegiatan ini bertujuaan untuk mencari bibit atlet olahraga biliard, serta melakukan pembinaan dan menjalin silaturahmi dengan sesama atlet billiard,” katanya.
Sementara itu, Ketua KONI Kuningan, H Didi Surtardi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seperti yang dilakukan oleh Pobsi ini dinilai sangat positif dalam mencari potensi atlet. Terutama dalam mempersiapkan event-event besar. Seperti Porda di Bogor dan persiapan untuk PON Jabar.
"Event ini diharapkan bisa meningkatkan level di tingkat jabar. Mudah mudahan berjalan dengan lancar. Sehingga oada PORDA 2018 bisa meraih prestasi," ucapnya.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Kuningan, H Acep Purnama yang membuka nine ball competition Bupati Cup II ini mengatakan, turnamen Bupati Cup 2 ini bukan saja ajang permaninan, tapi sebagai bahan evaluasi prestasi.
"Kita Ingin Kabupaten Kuningan menaikkan tingkat atau level setiap cabang olahraga di jabar. Paling tudak ada andalan dari Kuningan sampai tingkat PON,” ucapnya.
Tidak hanya cabor Biliar lanjut Acep, diharapkan semua cabor dapat melaksanakan kejuaraan untuk mengukur sejauh mana prestasi masing-masing atlet. Saat pertandingan, pelatih bisa memantau perkembangan atlitnya. Sehingga akan muncul regenerasi.
"Biliar jangan dikonotasikan dengan judi. Olahraga ini membutuhkan tenaga pikiran dan mental," ujar Acep. (L.hakim)