• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sab24082019

Last updateJum, 23 Agu 2019 10pm

Olahraga

7 Negara Eropa Dukung Pencak Silat sebagai World Heritage

7 Negara Eropa Dukung Pencak Silat sebagai World Heritage

Kuningan Terkini, Kabupaten Bandung- Terjadi semacam kekagetan luar biasa dari sosok pemilik Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung pada Jumat sore (19/7/2019), yakni tokoh Jabar, Eka Santosa. Pasalnya, kediamannya tiba-tiba dihadiri sedikitnya 17 pelisat dari 7 negara Eropa - Holland, Germany, Scotland, Norway, Sweden, Switzerland, dan Italy.

Itu secuplik deretan 7 negara yang diungkap Angelique de Bruin selaku management atau pengurus yang menangani rombongan Naga Kuning Institute. “Kami hadir langsung dari Eropa, setelah mendarat di Jakarta datang ke Bandung lalu ke Pasir Impun. Besok Sabtu (20/7/2019) menghadiri Temu Pendekar Internasional III di Balaikota Bandung (Jl. Wastukencana),” jelas Angelique yang berprofesi sebagai dosen di Belanda.

“Semula kaget ya reuwas we, namun kagum ke tamu-tamu dari negeri Eropa ini. Jauh-jauh hanya ingin mendalami ilmu beladiri pencak silat?,” katanya Eka Santosa setengah bertanya.

Sementara di negeri sendiri kata Eka, anak-anak muda kini malah gandrung dengan bela diri dari luar negeri. Tambah kaget, ketika tahu para pelisat ini, justru akan mendukung penetapan pencak silat sebagai warisan budaya (tak benda) asal Indonesia oleh UNESCO.

“Makanya, mereka ini saya anggap sebagai tamu kita semua. Kebetulan pula dengan Ki Daus salah satu gurunya kami sering bertemu dalam kegiatan bersama, tetapi kalau dalam hal pencak silat baru kali ini,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pesilat dari Naga Kuning Institute ini Gino Hoogervors yang sudah 3 tahun terakhir mempelajari pencak silat aliran Sera, merasa senang tinggal di Alam Santosa. Kepada redaksi ia mengemukakan kesan-kesannya:

“Tempatnya, bagus sekali karena kental dengan unsur budaya. Apalagi tuan rumahnya, tahu persis tentang sejarah dan budaya pencak silat,” pungkasnya.(HS)

Add comment


Security code
Refresh