• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Rab20112019

Last updateSel, 19 Nov 2019 10pm

BJB

Parlementaria

Koalisi Parpol Pecah, Ganggu Pembahasan APBD?

Sujarwo

Kuningan Terkini - Gonjang ganjing yang terjadi di Gedung DPRD Kuningan terkait koalisi Parpol pecah dan telah memakan 'korban' dengan pindahnya Chartam (Nasdem) dari F-PDIP ke F-PPP, dikhawatirkan akan mengganggu tahapan pembahasan APBD 2020. Demikian disampaikan Pemerhati Politik Kuningan, Sujarwo kepada Kuningan Terkini, Senin (21/10/2019).

Menurutnya, jika pembahasan APBD mengalami gangguan dan akhirnya tidak tuntas hingga batas akhir yang telah ditetapkan tanggal 29 November 2019, tentunya akan sangat mengecewakan masyarakat dan tingkat kepercayaan terhadap lembaga yang memiliki salah satu fungsinya yakni fungsi penganggaran, akan semakin menurun.

“Yang lebih memprihatinkan, sejak dilantik 09 September 2019 lalu, belum terlihat ada anggota DPRD Kuningan yang mengunjungi masyarakat. Beralasan memang, jika hingga saat ini mereka belum menemui rakyat, karena belum terbentuknya Alat Kelengkapan Dewan,” katanya.

Padahal kata Mang Ewo sapaan akrabnya, mereka bisa saja melakukan kunjungan ke masyarakat dalam kapasitas sebagai anggota Fraksi. Karena, ketika ditempatkan di komisi 1 hingga 4, mereka sudah menguasasi dan memiliki inventasasi persoalan yang ada di masyarakat.

“Ketika belum terlihat adanya 'aktifitas' mereka yang berjuluk Yang Terhormat di masyarakat, maka akan menjadi hal yang membingungkan dan cenderung aneh jika dalam agenda pembahasan APBD 2020 muncul angka yang dialokasikan untuk anggaran Pokir,” katanya setengah bertanya.

Sesuai dengan judulnya yaitu anggaran Pokir sambung mang Ewo, pastinya didasarkan pada aspirasi yang terkuak dari hasil kunjungan kerja ke masyarakat. “Tentunya hal ini harus didasarkan aspirasi yang diserap tentang berbagai kebutuhan sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan masyarakat, bukan didasarkan pada keinginan yang muncul dalam benak anggota Legislatif,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh