• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum05062020

Last updateJum, 05 Jun 2020 8pm

BJB

Pemerintahan

Jelang Lebaran, Toko Swalayan Diminta Antisipasi Kerumunan

Bupati Kuningan saat melakukan pertemuan dengan pewngusaha toko swalayan.

Kuningan Terkini - Mengantisipasi penyebaran covid-19 di Kabupaten menjelang Idul Fitri 1441 H, pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar pertemuan dengan para Pengusaha Pasar modern/Swalayan se-Kabupaten Kuningan, di Ruang Rapat Purbawisesa Setda Kuningan, Kamis (14/05/2020).

Selain para Pengusaha Pasar modern/Swalayan se-Kabupaten Kuningan, hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati Kuningan, Sekda Kabupaten Kuningan, Dandim 0615 Kuningan, Kapolres Kuningan, Kepala Kopdagperin Kabupaten Kuningan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH mengatakan, Ia berharap para Pengusaha Pasar Modern/Swalayan berperan aktif bersama Pemkab Kuningan untuk memerangi virus corona, salah satunya dengan melaksanakan intruksi pemerintah terkait covid-19.

“Mari sepakati bersama untuk melaksanakan protokol kesehatan covid-19, guna meminimalisir penyebarannya,” tegas Acep.

Seperti diketahui bersama kata Acep, khususnya di Kabupaten Kuningan menjelang lebaran, ada tradisi belanja fashion, sehingga toko-toko swalan yang menjual fashion begitu banyak pengunjungnya. Kondisi ini, membuat kerumunan yang sangat mengkhawatirkan dimasa Pandemi Covis-19.

“Sebagai bentuk partisipasi, toko swalayan agar menyediakan Rapid Test untuk digunakan bagi karyawan maupun pengunjung. Selain itu, para pengunjung juga harus dilakukan pemeriksaan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19,” terangnya.

Misalnya sambung Acep, membatasi para pengunjung dengan membuat rombongan. Setiap rombongan hanya terdiri dari beberapa pengunjung saja. Hal ini untuk menghindari kerumunan dengan menerapkan social distancing atau jaga jarak. Sebelum masuk toko, pengunjung diperiksa terlebih dahulu dengan alat suhu tubuh dan cuci tangan ditempat yang telah disediakan.

“Toko swalayan harus menyediakan masker bagi pengunjung yang tidak memakainya. Pengunjung tidak dianjurkan untuk membawa bayi/balita/anak- anak untik masuk kedalam toko, kemudian lakukan penyemprotan dengan desinfektan sebelum toko tutup," tandasnya.

Hal tersebut dilakukan terang Acep, sebagai langkah strategis guna meminimalisir penyebaran kasus covid-19. “Untuk menghindari kerumunan pengunjung didalam toko, brand fashion yang banyak diminati, agar disebar dibeberapa titik dalam toko,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh