• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Rab23092020

Last updateKam, 24 Sep 2020 12am

BJB

Pemerintahan

Jelang Idul Fitri 1441 H, Bupati Sidak Pasar Tradisional

Bupati Kuningan saat sidak ke pasar tradisional.

Kuningan Terkini - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) melakukan infeksi mendadak (sidak) pengawasan dan pengamanan pangan olahan dalam kemasan ke sejumlah pasar tradisional, swalayan, dan toko modern di wilayah Kabupaten Kuningan, Rabu (20/5/2020).

Sidak dilakukan oleh 8 tim. Tim pertama dipimpin oleh Bupati Kuningan dengan titik sidak, Pasar Kadugede, Pasar Darma, dan Toserba Fajar Babatan. Tim dua dipimpin Wakil Bupati Kuningan melakukan sidak ke Pasar Ciputat, Pasar Kalimanggis Wetan, dan Toserba Fajar Ciawigebang. Selanjutnya, Tim tiga dipimpin Sekretaris Daerah dengan titik sidak Pasar Luragung, Pasar Cibingbin, dan Toserba Fajar Luragung. Lima tim lainnya masing-masing dipimpin oleh Ketua DPRD dan unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan.

"Sidak bersama ini dilakukan fokus pada pangan segar, olahan, kemasan, dan siap saji. Selain kita juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PSBB yang diterapkan di Kabupaten Kuningan," ujar Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH menjelaskan.

Bila ditemukan ada pangan yang telah kadaluarsa kata Acep, maka penjual wajib menarik dari dagangannya atau pemerintah yang akan menariknya. Selain itu, pihaknya juga melakukan sidak ke sejumlah pedagang daging, untuk mengawasi kehawatiran ada pedagang yang menjual daging yang dicampur dengan daging babi atau celeng.

"Insya Allah, saya yakin di kuningan tidak ada daging oplosan dan daging campuran yang di haramkan. Dari hasil pantauan, semua berkualitas baik dan asli, karena diambil dari pejagal- pejagal langsung yang sudah terpecaya," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menghimbau kepada para pedagang di pasar tradional, pemilik toko modern dan swalayan untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam menjaga jarak aman dan menggunakan masker.

"Saya mohon, tolong berlakukan pembatasan yang berbelanja di toserba, setengah kapasitas, kalau bisa maksimal didalam hanya 50 orang saja, belanjanya gantian. Selain itu, saya minta tidak melayani barang diluar sembako, seperti fashion, mainan anak anak, barang elektronik,” terangnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh