• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Jum05062020

Last updateJum, 05 Jun 2020 6pm

BJB

Pemerintahan

Kebijakan PSBB di Kuningan, Ini Hasil Survey Kuningan Institut

Direktur Kuningan Institut, Agus Kusman.

Kuningan Terkini - Adanya pandemi Covid-19, mengharuskan pemerintah daerah Kabupaten Kuningan berupaya keras untuk melakukan penanganan dan pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Diantara kebijakan yang dilakukan adalah dengan pengalokasian anggaran sebasar 41,4 M salah satunya untuk pembelian RS Citra Ibu yang khusus menangani pasien terpapar virus corona.

Upaya lain yang dilakukan pemberlakukan Karantina Wilayah Parsial (KWP) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kuningan Institute sebagai lembaga research telah melaksanakan Survei dengan judul Persepsi Publik Terhadap Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan Dalam Penanganan Covid-19.

Menurut Direktur Eksekutif Kuningan Institute, tim peneliti Kuningan Institut telah melakukan survei mengenai Persepsi Publik diberlakukannya PSBB di Kuningan. Survei ini sudah dilakukan selama 4 hari, mulai tanggal 17 Mei sampai 20 Mei 2020. “Tujuan dari survei ini kami ingin melihat sejauh mana persepsi publik terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Pemda Kuningan dalam penanganan Covid-19 dan kepercayaan terhadap pengelolaan anggaran, ” kata Agus Kusman, Kamis (21/05/2020).

Disamping itu kata Agus, tim peneliti Kuningan Institut mengungkapkan tentang responden, usia responden dan wilayah Kecamatan survei. Dalam survei ini, Kuningan Institut mendapatkan data responden sejumlah 464 dengan beberapa kategori usia. Responden dalam penelitian ini adalah orang Kuningan yang berdomisili di Kuningan dan di luar Kuningan sebasar 12,5 persen.

“Persebaran responden dalam penelitian ini ada di 32 Kecamatan dengan persebaran merata disetiap Kecamatan," ucapnya.

Secara umum sambungnya, responden didominasi oleh usia milenial dengan partisipasi perempuan 28,9 persen. Ada beberapa temuan dilapangan, seperti kepercayaan publik terhadap Pemda Kuningan, Kelayakan penerimaan sembako serta ketanggapan Pemerintahan Desa.

Dalam penarikan data lanjutnya, ditemukan beberapa hal yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Diantaranya, terpotret dari penarikan data, 68,5 persen tidak mengetahui ada alokasi anggaran sebesar 41,4 M untuk penanganan Corona. Keyakinan publik terhadap pemda Kuningan dalam penanganan Covid-19, persepsi publik tentang adanya potensi kebocoran anggaran dalam penanganan Covid 19, kelayakan penerimaan sembako di masyarakat serta ketanggapan Pemerintahan Desa dalam melaksanakan kebijakan PEMDA Kuningan.

“Pengolahan data sedang kami lakukan mulai hari ini, setelah selesai kami akan mengekspos ke publik. Besar harapan kami penelitian ini dapat berkontribusi positif untuk masyarakat secara umum wabil khusus terhadap Pemda yang merupakan pemegang kebijakan,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh