Min20092020

Last updateKam, 17 Sep 2020 9pm

BJB

Pemerintahan

Batu Satangtung, Komas HAM: Sementara Status Quo

Jumpa Pers Komnas HAM terkati Tugu Batu Satangtung.

Kuningan Terkini - Usai rapat dengar pendapat dengan Bupati dan Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda) terkait penyegelan Batu Satangtung, Komnas HAM yang diwakili Koordinator Subkomis Pemajuan HAM/Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan KOmnas HAM, Beka Ulung Hapsara bersama Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH langsung melakukan jumpa pers diruang Linggarjati Setda Kuningan, Kamis (06/08/2020).

Menurut Beka Ulung Hapsara, Komas HAM memediasi polemik penyegelan bakal pupuhu Karuhun Kuring (AKUR) yang dilakukan Pemkab Kuningan. Ini untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat AKUR yang dilayangkan ke Komnas HAM. “Kami menegaskan bahwa persoalan yang tejadi di Kuningan ini menjadi prioritas Komnas HAM. Karena ini satu dari 7 isu prioritas yang ada di Komnas HAM,” katanya.

Selain itu, Komnas HAM juga telah malakukan koordinasi dengan Bupati Kuningan, Kapolres Kuningan, Kapolda Kemendagri, gubernur, Kementrian Agama. Menko Polhukam, staff Kepresidenan serta lembaga lain, termasuk Ombusmen untuk saling berkoordinasi atau update perkembangan yang terjadi di Kuningan.

“Kami juga miminta kepada pemerintahan RI untuk melindungi secara paripurna kepada semua warga Negara, khususnya masyarakat Sunda Wiwitan. Intinya kami meninta keterangan dari masing-masing pihak seperti apa terkait polemik yang ada. Khusus kepada Polres Kuningan kata Beka, Komnas HAM meminta untuk menjaga keamanan, mencegah adanya kekerasan, menjaga kebencian dan melakukan tindakan tegas bagi yang melakukan tindakan melawan hukum.

“Khusus bagi komnas HAM, kami juga telah mengeluarkan surat tanggal 27 juli 2020, meminta kepada Bupati Kuningan dan jajaran pemerintahan Kuningan untuk menghentikan proses penyegelan. Hal yang sama juga kami sampaikan kepada komunitas Akur agar menghentikan pembangunan Tugu Batu Satangtung sebelum persoalan ini selesai. Untuk sementara Status Quo,” paparnya.

Untuk itu sambungnya, Ia menghimbau kepada semua pihak agar tidak mengeluarkan statemen yang memanaskan suasana. Kedepankan dialog sehingga persoalan ini bisa selesai. “Setelah kami mengamati pekembangan dinamika yang ada, turbulensinya sangat tinggi dan mengarah kepada yang positif. Komnas HAM mengapresiasi langkah yang dilakukan Bupati Kuningan, yang mau berdialog dan datang ke komunitas Sunda Wiwita, begitu juga sebaliknya,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh