Min20092020

Last updateKam, 17 Sep 2020 9pm

BJB

Pemerintahan

Presiden Apresiasi Penanganan Covid-19 di Jabar

Presiden RI, Ir Joko Widodo

Kuningan Terkini - Bupati Kuningan H. Acep Purnama, S.H, MH. mengikuti video conference bersama Gubernur Jabar, Ridwan Kamin dan Presiden RI, Ir. Joko Widodo di ruang rapat Bupati terkait Peninjauan Posko Penangan COVID-19 Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/08/2020).

Menurut Gubernur Jawa Barat,Ridwan Kamil, situasi COVID-19 di Jawa Barat merupakan situasi yang paling rawan dengan jumlah penduduk hampir 50 juta. Hal ini karena COVID-19 merupakan penyakit yang berhubungan dengan populasi penduduk. Untuk level provinsi, Jawa Barat merupakan provinsi dengan kasus COVID-19 tertinggi setelah Jakarta.

“Dari jumlah 175.260 tes PCR yang telah dilakukan pemprov Jawa Barat kepada masyarakat, hanya terdapat sedikit masyarakat dengan hasil positif,” kata Ridwan Kamil menjelaskan.

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jawa Barat kata Kang Emil, sapaan akrabnya, pada kegiatan yang telah dilakukan selama 4 bulan, terdapat sekitar 2.900 lebih kasus aktif di Jawa Barat, dengan total sembuh sekitar 4400. “Dari segi ekonomi, sebelum COVID-19 subsidi yang disediakan Pemprov Jawa Barat hanya sekitar 25%. Sedangkan, setelah adanya COVID-19 naik menjadi 72%,” terangnya.

Dari pemetaan yang telah dilakukan dari tanggal 3 Agustus-9 Agustus 2020 di Jawa Barat sambungnya, sudah tidak ada zona merah. Daerah di Jawa Barat yang tidak terkena COVID-19, ada kebijakan untuk sekolah tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selanjutnya, terdapat sanksi administratif dalam penegakan disiplin kepada masyarakat. Pemprov Jawa Barat juga telah membagikan masker sekitar 18 juta dalam level provinsi.

“Sebagai langkah penanggulangan COVID-19 di Jawa Barat, Pemprov Jawa Barat telah mem-psbb-kan 27 kota/kabupaten, dan terdapat kapasitas rumah sakit di Jawa Barat hanya sekitar 31%,” paparnya.

Selanjutnya kata Kang Emil, ada 2 usulan yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat. Diantaranya, layanan dari swasta yang bernama pay per service PCR, serta pemerintah menyediakan PCR portable yang merupakan inovasi Pemprov Jawa Barat. “PCR portable bisa dibawa kemana-mana, maksudnya adalah PCR portable ini bisa dibawa ke desa-desa yang sulit dijangkau. Usulan ini dapat terlaksana apabila adanya dukungan dan realisasi dari pemerintah pusat,” ucapnya..

Mendapat laporan dari Gubernur Jabar, Presiden RI. Ir Joko Widodo menyampaikan apresiasi terhadap penanganan Covid-19 di Jabar. Rata-rata, semuanya sudah pada posisi warna kuning dan hijau. Diharapkan, ini terus dipertahankan, dikendalikan. “Syukur kuning dilarikan ke hijau," harap presiden.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh