• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel09032021

Last updateSen, 08 Mar 2021 11am

BJB

Pemerintahan

Perbaikan Jalan Saat Turun Hujan, Mubazir..!!

Penampakan jalan baru Awirarangan - Windusengkahan paska perbaikan tambal sulam saat turun hujan.

Kuningan Terkini - Hujan deras yang kerap mengguyur dalam beberapa minggu ini, membuat sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Kuningan mengalami kerusakan. Ruas jalan mulai berlubang dan bergelombang akibat lapisan aspal terkelupas tergerus air hujan. Atas kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas PU & Tata Ruang (DPUTR) Kuningan melakukan perbaikan lubang jalan dengan cara tambal sulam.

Namun, ada hal lain yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya, perbaikan jalan baru Awirarangan-Sengkahan. Perbaikan jalan dilakukan saat sedang turun hujan. Akibatnya, lubang di ruas jalan yang sudah ditambal kembali rusak, tidak kuat menahan gerusan air hujan…Mubaziiir!!!

Perbaikan jalan yang terkesan asal-asalan ini, mendapat kritikan keras dari berbagai kalangan, tidak terkecuali dari tokoh masyarakat Kuningan, Hidayat Roesdiwa yang akrab disapa EG. Menurutnya, perbaikan ruas jalan yang rusak dengan tambal sulam saat hujan turun, dinilai tidak efektif dan hanya buang-buang anggaran.

“Terbukti, kondisi jalan yang sudah diperbaiki, sekarang sudah kembali rusak. Lapisan aspal yang menutupi ruas jalan yang berlubang, terkelupas. Tidak kuat menahan gerusan air hujan. Salah satunya dijalan baru yang menghubungkan Awirarangan dan Windusengkahan,” kata EG kepada Kuningan Terkini, Sabtu (23/01/2021).

Seharusnya kata EG, perbaikan tambal sulam jalan yang rusak di beberapa wilayah Kabupaten Kuningan, tidak dipaksakan saat turun hujan. Akibatnya sangat fatal, hanya dalam hitungan hari, jalan yang baru saja di tambal sulam tersebut sudah rusak. Terkesan, perencanan perbaikan jalan tersebut kurang matang.

“Ini tidak efektif, hanya buang-buang anggaran, meskipun menggunakan biaya pemeliharaan,” tegas EG.

Sementara, Kadis PU & Tata Ruang (DPUTR), Drs. Ridwan Setiawan, M.Si saat dikonfirmasi melalui telepon celularnya, tidak direspon sama sekali. Padahal, konfirmasi ini sangat penting, sehingga pemberitaannya berimbang sesuai kode etik jurnalistik.(jly)

Add comment


Security code
Refresh