• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Kam06052021

Last updateJum, 07 Mei 2021 1am

BJB

Pemerintahan

Dinas Lingkungan Hidup Launching Bank Sampah

Launching Bank Sampah

Kuningan Terkini - Sosialisasi berkesinambungan harus menjadi prototife pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Kuningan. Jangan hanya sosialisasi tapi tidak ada tindaklanjut ke depannya. Demikiandisampaikan Bupati Kuningan saat Lounching Bank Sampah dan Rumah Kompos yang digagas Dinas Lingkungan Hidup, Senin (26/04/2021).

Di masa pandemi Covid 19 ini kata Acep, perlu inovasi dalam bekerja dan gaya hidup adaptif dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga hasil pekerjaan akan terasa oleh masyarakat dan tampak. Seperti lingkungan lestasi dalam visi, misi Kabupaten Kuningan.

“Lounching Bank Sampah dan Rumah Kompos, dilaksanakan tidak ujug-ujug. Ada proses kesinambungan dari sosialisasi persamapah di desa dan kelurahan. Namun demikian, tidak berhenti pada seremonial saja. Harus ada upaya lanjutan dari kegiatan ini,” papar Bupati Kuningan H. Acep Purnama.

Mungkin, kata H. Acep, Bank Sampah untuk saat ini jadi gerakan efektif dalam penanganan sampah yang tak tertanggulangi oleh pelayanan Dinas LH. Cara mengumpulkan sampah, angkut lalu buang ke tempat pembunagan akhir (TPA) bukan solusi yang baik. Sebab itu hanya pengalihan persoalan di TPA saja.

“Penanganan sampah harus dilaksanakan dari hulu. Bukan dari hilir. Siapa hulunya? Tentunya hulunya adalah rumah tangga. Jika rumah tangga mampu melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Maka bisa dikatakan selesai. Sampah anorganik dijadikan rupiah dan organik jadi kompos,” paparnya.

Sementara, Kadis Lingkungan Hidup Kuningan, Wawan Setiawan menambahkan, pengelolaan Bank Sampah harus bersifat komprehensif tidak partisifatif. Artinya ketika masyarakat melakukan pemilahan dan ditabung maka harus ada lembaga konvensional yang menerima tabungan persampahan itu.

“Makanya kami melakukan kerja sama dengan Bank Kuningan untuk pengelolaan rupiahnya. Teknisnya mungkin begini, Bank Sampah Unit (BSU) menerima tabungan warga. Tabungan itu harus dibuka rekening atas nama BSU. BSU melakukan penjualan sampah ke Bank Sampah Induk (BSI). Dari BSI dijual ke pabrikan daur ulang,” ungkapnya.

Direktur Utama Bank Kuningan H. Dodo Wardo, SE mengamini keterangan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Selain suport buku tabungan tentu hal lain akan disuport Bank Kuningan. Hanya saja nanti akan dilihat perkembangan selanjutnya, apakah Program Bank Sampah ini berjalan optimal atau tidak.

“Yang jelas, kita dorong masyarakat untuk menabung dulu. Dan masyarakat merasakan manfaat atas keberadaan Bank Kuningan. Seperti tabungan persampahan, harus dirasakan manfaatnya. Misalnya menjadi tabungan umroh, emas atau minimal bayar pajak bumi dan bangunan, bisa untuk BPJS dan banyak lagi manfaat yang dirasakan,” pungkasnya.(ding)

Add comment


Security code
Refresh