Sab23102021

Last updateKam, 21 Okt 2021 1am

BJB

Pemerintahan

Puluhan Massa Demo Perumda Aneka Usaha Kuningan

Aksi demo Gerakan Masyarakat Kuningan Bersatu di Perumda Aneka Usaha (PAU) Kabupaten.

Kuningan Terkini - Hari Parawisata Sedunia yang diperingati setiap tanggal 27 September, diwarnai dengan aksi unjuk rasa puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Kuningan Bersatu di Perumda Aneka Usaha (PAU) Kabupaten, Senin (27/09/2021). Dalam aksinya, mereka menuntut Direktur Perumda Aneka Usaha Kuningan, Nana Sutisna mundur dari jabatannya.

Aksi unjuk rasa yang dipimpin Nabil sebagai koordinator lapangan, menyuarakan sejumlah tuntutan. Pihaknya meminta, Bupati Kuningan sebagai kuasa pemilik modal diminta untuk melakukan audit independen dan profesional terkait kinerja Perumda Aneka Usaha, kemudian melakukan pemangkasan atau perampingan karyawan, baik karyawan tetap maupun THL di lingkungan Perumda Aneka Usaha.

Selain itu kata Nabil, dalam melakukan rekruitmen pegawai, harus ada keterwakilan warga setempat, baik karyawan kantor maupun bidang usaha yang dikelola Perumda Aneka Usaha. Selain itu, pihaknya mendorong DPRD Kuningan untuk segera melakukan Pansus terkait kinerja dan keuangan Perumda Aneka Usaha, atau bahkan membubarkan dengan mencabut Perda Perumda Aneka Usaha.

“Direktur Perumda Aneka Usaha Kuningan tegasnya, harus mundur dari jabatannya. Selain ada dugaan nepotisme, saat ini kondisi direktur Perumda Aneka Usaha sakit-sakitan. Sehingga dinilai tidak akan mampu lagi memimpin perusahaan yang saat ini sedang kolaps,” paparnya.

Lebih jauh Nabil mengungkapkan, sejak didirikan hingga saat ini, Perumda Aneka Usaha Kuningan belum memberikan kontribusi yang jelas buat PAD Kuningan. Alih-alih mampu memberi kontribusi PAD, direktur Perumda Aneka Usaha malah melakukan tindakan blunder (Nepotisme) yang melanggar PP 54 tahun 2017 tentang organ pegawai BUMD. “Jangankan buat PAD Kuningan, untuk masyarakat setempat dikawasan wisata dibawah Perumda Aneka Usaha, terbilang cukup sedikit," sindirnya.

Untuk itu, kami minta agar Perumda ini dirombak total. Karena tidak ada pemasukan yang maksimal untuk Kabupaten Kuningan,” terangnya. Sementara, Dewas Perumda Aneka Usaha, Agus Mauludin menjelaskan, sudah sepekan Ia belum bertemu dengan Direktur Perumda Aneka Usaha. Informasinya lagi di Bandung dan kondisinya sedang sakit.

“Terkait dugaan nepotisme, sebetulnya sudah diberhentikan sejak bulan Agustus kemarin,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh