Sen17012022

Last updateSel, 11 Jan 2022 8pm

BJB

Pemerintahan

Taman Kehati, Kebun Konservasi Tumbuhan Langka

Tim Penasihat Senior Menteri (PSM) KLHK  saat kunker ke Kuningan.

Kuningan Terkini - Tim Penasihat Senior Menteri (PSM) KLHK sebanyak sepuluh orang secara serempak mendatangi Taman Kehati di Desa Dukuh Dalem Kecamatan Japara, Kuningan. Selain meninjau keberadaan taman Kehati yang di inisiasi Kementriak LHK, juga melaksanakan penanaman pohon.

Tim PSM KLHK tidak mengkhususkan datang ke taman kehati. Ini merupakan bagian tak terpisahkan atas kunjungan Menteri KLHK, Siti Nurbaya bersama jajarannya. Mulai dari Dirjen, Sekjen, Direktur dan Kepala Biro. Tidak ketinggalan Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, Dinas LIngkungan HIdup se wilayah III Cirebon dan Kepala Balai se Jawa Barat.

Menurut Kadis LH Kuningan, Ir Wawan Setiawan, MT, Taman Kehati (keaneragaman hayati) di Desa Dukuh Dalem didirikan tahun 2006 yang diinisiasi Kementrian KLHK. Taman Kehati dikelola oleh desa dan kelompok. Sementara, LH Kuningan, merupakan fasilitator dan pembinaan.

“Kehati merupakan kebun konservasi, sesuai dengan tumbuhan langka yang ada di Kabupaten Kuningan, atau endemi di daerah tertentu. Jadi tidak sembarangan pohon perlu ada kekhususan. Misalnya pohon endemi yang langka di Kuningan adalah Kalapa Ciung. Mungkin orang lain menafsirkan itu pohon kelapa, padahal bukan,” kata Wawan, Rabu (29/12/2021).

Kalapa Ciung kata Wawan, adalah pohon biasa dan sangat langka. Selain untuk menjaga air dan memproduksi air, tanaman tersebut memiliki manfaat lain. “Bisa dibuat obat-obatan semacam herbal. Namun belum diproduksi, sebab kelapa Ciung belum sepenuhnya dibudidayakan, khawatir punah,” terangnya.

Sementara, Ketua PSM KLHK, Prof. Imam Prasojo, P.Hd, dalam paparannya mengatakan, keberadaan taman kehati, harus mampu mendorong pengelola dan desa untuk menciptakan peluang ekonomi baru dari taman ini. Mampu menciptakan peluang usaha yang nantinya berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Tadi saya dengarkan dari pengelola, hanya seminggu sekali menerima pendapatan. Ini cukup memperihatinkan. Perlu terobosan baru dengan cara kolaborasi yang tidak merusak keanekaragaman hayatinya. Ini akan memberikan keluasan makna dan manfaat dari Taman Kehati itu sendiri. Kreatifitasnya harus dikembangkan,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh