Sen17012022

Last updateSel, 11 Jan 2022 8pm

BJB

Pemerintahan

Kuningan Lolos Assessment Program Smart City

Bupati Kuningan berfoto bersama dengan jajaran Diskominfo Kuningan.

Kuningan Terkini - Usai mengikuti penilaian (Assessment) Program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2022, sebanyak 50 kab/kota dinyatakan lolos assessment termasuk didalamnya Kabupaten Kuningan. Penilaian dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI pada Bulan Januari 2022.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, Kabupaten Kuningan terpilih usai melewati tahapan penilaian (Assessment) dari 88 peserta kab/kota. Penilaian diselenggarakan pada tanggal 1-5 November 2021. Sebagai tindak lanjut, Kemenkominfo RI menyetujui Draft Nota Kesepakatan dengan Kabupaten Kuningan Tentang Implementasi Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City).

“Tujuan Nota Kesepakatan ini, untuk menerapkan atau melaksanakan Program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City) secara terpadu dalam rangka mendorong kemudahan layanan publik,”katanyua, Senin (10/01/2022).

Dalam pelaksanaannya kata Wahyu, Kabupaten Kuningan akan diberikan pendampingan dari Tim Ahli Kemenkominfo RI untuk menyusun rencana besar (masterplan) Smart City. Untuk penyusunan rencana induk (masterplan) ini, akan dikedepankan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam ekosistem kota cerdas, serta meningkatkan inovasi dalam berbagai program pemerintah daerah.

Kota Cerdas (Smart City) sambung Wahyu, bukan hanya sekedar bentuk perubahan sistem pemerintahan dalam transformasi digital, melainkan untuk menciptakan daerah dengan pelayanan yang berkelanjutan. “Untuk mewujudkan Kabupaten Kuningan sebagai Kota Cerdas (Smart City), maka diperlukan adanya kerja sama yang sinergi dan strategis di antara semua pihak,” terangnya.

Sementara, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Samuel A. Pangerapan, secara virtual menerangkan, Smart City tidak melulu tentang teknologi, tapi itu mengenai pola kerja dan mindset. Transformasi digital ini tidak hanya mengetahui level individu atau kelompok tertentu saja, juga perkotaan dalam hal ini ditujukan dalam kota pintar, atau kabupaten pintar.

“Teknologi itu enablernya, mindset, visi dan juga misi dari daerah itu yang menjadi kuncinya, sedangkan teknologi itu yang akan membantu percepatannya,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh