Thu05032026

Last updateWIB3_WedAMWIBE_February+0700RFebAMWIB_0AMthWIB1771976133+07:00WedAMWIBE

Pemerintahan

Seren Taun 1958, Wujud Syukur Kepada Sang Pencipta

Seren Taun Cigugur, Kuningan.

Kuningan Terkini - Beragam sajian pertunjukan yang sarat makna, mewarnai puncak Seren Taun 1958 yang digelar di halaman gedung paseban Cagur, Cigugur, Kamis (19/06/2025). Kegiatan bertajuk Nilai Luhur Tradisi Bangsa Sebagai Pedoman Menuju Indonesia Emas, dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, M.A.

Ketua Panitia Seren Taun, Pangeran Gumirat Barna Alam atau yang akrab disapa Rama Anom dalam sambutanya mengatakan, puncak perayaan adat seren taun bukan hanya penanda pergantian musim tanam dan musim panen, tetapi sebagai kesadaran spiritual dan uangkapan syukur kita kepada sang pencipta atas nikmat yang telah dilimpahkan .

“Pada puncak perayaan adat tahun ini, kami sekeluarga dan masyarakat sunda wiwitan masih dalam susana duka atas berpulangnya Pangeran Djatikusumah Maniswara Tedjabuwana Alibassa. Untuk itu, seren taun kali ini dilangsungkan lebih khidmat dan sakral,” katanya.

Sementara, Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, dalam sambuatannya mengatakan, Ia mengajak masyarakat untuk menggengam erat tradisi budaya kebangsaan, salah satunya tradisi Seren Taun ini. “Kita harus senantiasa menjaga hubungan antar sesama manusia, dengan semesta dan dengan sang pencipta,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, M.A menyampaikan, perayaan Seren Taun memiliki makna yang dalam. Ini adalah pesta rakyat sebagai tanda rasa syukur atas nikmatNya.

“Warisan Budaya ini yang terus dipelihara oleh Sunda wiwitan ini, menjadi salah satu sumber nilai pendidikan karakter. Banyaknya tokoh lintas agama yang hadir, menandakan kita punya jiwa kebersamaan dan toleransi yang tinggi.,” pungkasnya.(gg)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing