Pemerintahan

Eks Kios Yang Terbakar Bakal Dialih Fungsi

Bupati dan wakil Bupati Kuningan saat meninjau lokasi kebakaran kios di Pasar Baru Kuningan.

Kuningan (KaTer) - Eks kios dan los para pedagang di Pasar Baru Kuningan yang terbakar bakal dialih fungsikan oleh pemkab Kuningan menjadi rest area ruang hijau terbuka. Hal ini terungkap saat Bupati Kuningan, Hj Utje CH Suganda meninjau lokasi kios di Pasar Baru yang terbakar, Senin (5/5/2014).

“Lokasi ini akan dijadikan tempat fasilitas umum, seperti membangun masjid dan lahan parkir. Sedangkan untuk para pedagang agar bisa berjualan kembali, bakal dilakukan perbaikan tidak permanen sampai pembangunan pasar yang baru bisa selesai,” kata Utje diamini Wabup Kuningan, H Ace Purnama dan Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman serta unsur SKPD Kuningan lainnya.

Pasar tradisional ini kata Utje, akan menjadi sebuah pasar percontohan karena terletak berada di tengah-tengah kota dengan lingkungan yang bersih dan nyaman. “Fasilitas umum seperti dalam konsep Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Kinservasi ada rest area terbuka,” terangnya.

Sementara, Kabid Pemasaran Disperindag, Ocin menuturkan, untuk membantu para pedagang agar tetap bisa berjualan, pihaknya akan memanfaatkan kios-kios yang tidak aktif untuk digunakan pedagang yang kiosnya terbakar.

“Status bangunan tersebut sudah menjadi milik pengembang terhitung sejak penghitungan ini dimulai. Itu dipakai sebagai tempat darurat hunian sementara, sebelum pindah ke lokasi yang baru. Diperkirakan sebelum puasa pembangunan pasar baru bisa dipakai sebelum puasa,” terangnya.

Kios dan los yang terbakar sambung Ocin, bakal dijadikan ruang hujau terbuka dan bakal dibangun masjid serta area parkir aktif. Ini akan menjadi satu-satunya pasar yang ada mesjidnya, karena ditempat lain hanya mushola. Setelah pembanguan pasar dengan bangunan baru, tidak diperbolehkan adanya pedagang kaki lima untuk berjualan. Karena, meraka sudah membeli los. Berdasarkan data, ada sebanyak 2201 pedagang kaki lima di Pasar baru.

“Pasar dengan bangunan yang baru dapat menampung 982 dengan tiga sarana usaha yang disediakan. Mulai dari ruko, kios dengan berbagai ukurandan los,” tuturnya. Terkait dugaan ada unsur kesengajaan dalam kebakaran, pihaknya menegaskan itu tidak benar. “Itu laporan dari mana, jangan mengandai-ngandai yang membuat fitnah. Itu wilayah kepolisian, kesimpulannya terjadi karena konsleting,” pungkasnya.(AND)


Fishing