Kuningan (KaTer) - Ketua DPC Partai Gerindra Kuningan, Dede Ismail mengkritisi sikap dingin Pemkab Kuningan yang dinilai lamban dalam merespon aspirasi masyarakat lereng ciremai yang menolak proyek geothermal. Menurut Dede yang juga anggota DPRD Kuningan ini, pemerintah seharusnya tanggap dalam setiap permasalahan yang menyangkut masyarakatnya.
“Kalau dari legislatif kan sudah jelas. Sebagai wakil rakyat, kita sudah menolak sesuai dengan kenginan masyarakat. Keputusan penolakan pun juga berdasarkan kajian, tidak hanya asal ucap saja,” kata Dede kepada Kuningan Terkini, Rabu (21/5/2014).
Dede yang dikenal sebagai politisi yang kritis ini mengungkapkan, salah satu kajiannya yaitu, ketika ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C. Pada tahun 2010 ia studi banding ke Garut terkait proyek geothermal. Hasilnya, ia menyimpulkan bahwa proyek geothermal di Kuningan tidak memungkinkan karena letaknya yang dekat dengan pemukiman warga.
“Kalau di Garut sih lokasi penambangan jauh dari pemukiman,” ungkapnya.
Lebih lanjut Dede menuturkan, kalau seandainya proyek geothermal jadi, maka akan banyak dampak merugikan bagi masyarakat. Salah satunya, ekonomi masyarakat lereng ciremai yang mengandalkan hasil pertanian akan terancam. “Ya mungkin bisa mati mata pencaharian mereka,” ujarnya.
Ketika disinggung soal statemen Sekda Kuningan, Yosep Setiawan yang meminta anggota dewan jangan hanya setuju atau menolak saja tanpa memfolow-up nya, Dede justru balik mempertanyakan bagaimana sikap dari eksekutif terkait proyek geothermal ini. Apakah sejalan dengan legislatif yang menolak atau bahkan setuju terhadap proyek geothermal tersebut.
“Kalau kita sudah jelas. Masyarakat menolak maka legislatif pun menolak. Sekarang, tinggal eksekutif sikapnya gimana? Yang jelas, kita gak tau urusan dapur eksekutif. Yang tau hanya mereka-mereka saja,”sindirnya. (DHE)