Kuningan Terkini - Akibat terjadi kerusakan pada salah satu komponen trafo yang berada di gardu induk PLN di Cijoho, Manajer PLN Rayon Kuningan Tedi Rohendi berjanji bakal menambah kapasitas tegangan aliran listrik. Hal ini dibutuhkan karena semakin meningkatnya jumlah pelanggan PLN yang mencapai 213.153 konsumen, yang tersebar di wilayah Kuningan, Cikijing dan Majalengka.
“Kami berencana untuk menambah tegangan dari 70 KV menjadi 150 KV. Dari dua trafo yang kami miliki hanya bertegangan 70 KV. Sedangkan pemakaiannya sudah 90 persen sehingga kerap kami istilahkan sudah merah. Batasan merah itu 85 persen keatas,” ucap Manajer PLN Rayon Kuningan Tedi Rohendi saat ditemui KaTer di lokasi gardu induk, Senin (2/3/2015).
Kejadian padamnya listrik diakui Tedi, karena terbakarnya NGR pada trafo II akibat overloadnya beban pemakaian listrik di Kuningan. Sebab, tegangan listrik yang dimiliki gardu induk di Cijoho hanya berkapasitas 70 KV dengan pelanggan listrik sudah mencapai 213.153 konsumen.
“Selama ini, tegangan listrik untuk gardu induk Kuningan diambil dari Sunyaragi Cirebon. Kedepan, kami ingin langsung mengambilnya dari gardu induk Mandirancan (objek vital nasional). PLN Rayon Cilimus sudah langsung dari gardu induk Mandirancan,” katanya.
Oleh sebab itu kata Tedi, untuk merealisasikan rencana tersebut PLN Kuningan kini tengah menyiapkan lahan seluas 2 hektar. Agar pengambilan aliran tegangan dari gardu induk Mandirancan lebih mudah.
“Kami akan menentukan dulu lokasi yang strategis. Jaringan yang hendak dibangun akan diselaraskan dengan aliran tegangan ke gardu induk Cikijing. Sejak tahun 2010, gardu induk Cikijing mulai dibangun. Tapi sampai sekarang belum dioperasikan karena ada kendala dari masyarakat Desa Banjarsari Kecamatan Cikijing,” ujarnya.
Dia menuturkan, rencananya untuk di gardu Cikijing bakal berkapasitas 150 KV. Begitu juga nanti untuk Kuningan dengan tegangan yang sama diambil dari gardu induk Mandirancan.
“Dengan beroperasinya gardu induk Cikijing, sedikitnya akan mengurangi beban pemakaian listrik di Kuningan. Terlebih nanti jika gardu induk baru Kuningan beroperasi dengan kapasitas tegangan 150 KV. Masalah overload beban pemakaian akan teratasi dan gangguan pada trafo kedepan dapat diantisipasi,” harapnya.(AND)