Kuningan (KaTer) - Sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di Kuningan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan, berunjuk rasa di Jalan Ir Sukarno tepatnya depan Kuningan Islamic Centre, Selasa (4/2/2014). Mereka menyatakan kekecewaan terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain melakukan aksi demonstrasi di depan pintu masuk KIC, aksi demo juga dilakukan di beberapa titik yakni Jalan Siliwangi, Taman Kota, Bundaran Cijoho, dan Stadion Mas’ud Kuningan.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB ini mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Unjuk rasa tersebut dilakukan bertepatan dengan kedatangan Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono pada agenda Kunjungan Kerja RI 1 di Kuningan. HMI menilai, kunjungan tersebut hanya sebuah pencitraan parpol Demokrat menjelang pemilu 2014.
“Saya heran kenapa seorang kepala negara datang ke Kuningan disambut dengan begitu banyaknya bendera parpol Demokrat di sepanjang jalan Ir Sukarno, Siliwangi dan jalan lainnya yang bakal dilalui rombongan presiden. Padahal kan ini kunjungan kerja RI 1 bukan Ketua parpol tertentu,” sindir Ketua Umum HMI Kuningan, Yayan Supriatna saat melakukan aksi demonstrasi.
Pihaknya sangat menyayangkan dengan sikap SBY saat ini, bukan malah berpikir untuk mengatasi persoalan bencana yang tengah melanda di bumi pertiwi, tapi sibuk dengan kunker yang seolah-olah hanya pencitraan semata. Ironis, melihat beragam bencana alam diantaranya gunung sinabung, banjir, longsor dan lainnya masih kerap terjadi.
“Kemudian bencana korupsi yang belum tuntas seperti Kasus BLBI, Bank Century, Hambalang, Migas serta bencana demokrasi yakni feodalism, politik uang, pencitraan dan lainnya masih belum final sampai saat ini,” tandasnya.
Lebih jauh Yayan mengatakan, kedatangan SBY tidak perlu sambutan yang sangat berlebihan, apalagi sampai mengorbankan ratusan bahkan ribuan anak sekolah pada jam pelajaran. Waktu tersebut seharusnya digunakan mereka (anak sekolah, red) untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tapi malah diarahkan untuk penyambutan SBY.
“Kasihan mereka berdiri berjam-jam di pinggir jalan hanya untuk menyambut presiden. Padahal, belajar serta menimba ilmu di sekolah kan kewajiban generasi muda yakni anak-anak pelajar dan sekolah,” kata Yayan terheran-heran.(AND)