• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Min08122019

Last updateMin, 08 Des 2019 4pm

BJB

Pemerintahan

Penerima Program BSPS, Berpenghasilan Rendah

Tim BSPS Jabar.

Kuningan Terkini - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementrian PUPR Jawa Barat resmi dicairkan bagi 60 unit rumah di aula Desa Kalimanggis Kuningan Jumat (02/08). Bantuan ini diberikan dalam bentuk buku rekening Bank sebesar 17.500.000 rupiah kepada tiap Keluarga yang berpenghasilan rendah dan memiliki kemampuan swadaya membangun rumah.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BSPS Provinsi Jawa Barat, Indi Nurdiansyah, meninjau secara langsung beberapa rumah yang sedang dibangun usai melaksanakan acara serah terima buku tabungan. Indi menjelaskan perbedaan mendasar dari BSPS dengan Rutilahu adalah dari segi swadayanya dan sifatnya yang stimulan.

“Artinya untuk mengikuti program ini peserta harus memiliki anggaran sendiri atau material untuk membangun rumah. Sifat stimulan diartikan bantuan ini sifatnya untuk tambahan saja, tidak seratus persen mengcover seluruh biaya membangun/perbaikan rumah,” katanya.

Yang paling penting kata Indi, peserta ini adalah keluarga berpenghasilan rendah, bangunan berdiri diatas tanah sendiri maupun bersertifikat atau leter c desa juga tidak apa-apa. Pelaksanaan BSPS ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI nomor 13/PRT/M/2016.

“Penerima bantuan harus didata validitas kelayakannya sebagai peserta BSPS dari tingkat Desa dan seterusnya hingga seleksi di Kementrian PUPR Jabar,” terangnya.

Sebagai gambaran ideal dari program ini sambungnya, salah satunya rumah milik Agung (35th) warga Kalimanggis wetan. Yang bersangkutan mengajukan dari akhir tahun 2018 setelah informasi dari desa. Pria yang berprofesi wiraswasta ini sebelumnya berniat menambah kamar rumah dan perbaikan bagian depan dengan dana yang dimilikinya.

“Dengan adanya bantuan ini, Pak Agung bisa membelanjakan 17.5 juta untuk keperluan material sebesar 15 juta dan 2.5 juta untuk upah buruh,” jelasnya.

Meski tidak menyebutkan nominal total dana swadaya yang dikeluarkan lanjutnya, namun bisa diperkirakan program BSPS ini hanya mengcover 10-20 persen dari total swadaya tiap peserta. Ia berharap program ini tepat sasaran dan tahun 2019, program ini menyentuh 14.000 rumah dari keluarga berpenghasilan rendah se Jabar.

"Dengan diberikan langsung ke rekening peserta BSPS, diharapkan bisa menutup penyalahgunaan dan saya minta nanti laporannya, terutama bukti pembelanjaan material itu. Kuitansinya harus ada dan segera laporkan ke pendamping Desa," tegasnya. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh