Kuningan (KaTer) - Melalui kegiatan penyuluhan kepada pelajar sekolah menengah, Badan Narkotika Nasional Kuningan mengikis mitos atau informasi yang salah tentang narkoba. Salah satunya, narkoba dapat membantu melupakan masalah. Pada kenyataannya, penyalahgunaan narkoba justru menimbulkan konsekuensi hukum dan berdampak pada kerugian fisik dan psikis sehingga memunculkan sejumlah masalah baru.
“Dapat dikatakan bahwa sikap menyalahgunakan narkoba dapat menghilangkan kondisi stres sesaat, namun setelah itu akan muncul masalah-masalah baru yang sifatnya serius dan berdampak fatal bagi masa depan seseorang,” ujar Kepala BNN Kuningan, Guruh Irawan Zulkarnaen, di hadapan lebih dari 200 siswa SMKN 1 Kuningan, Senin (7/4/2014).
Untuk itu kata Guruh, Ia mengajak generasi muda dari kalangan pelajar se-Kabupaten Kuningan untuk memilah pergaulan dan memilih informasi dari sumber yang shahih mengenai narkoba. Kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar tidak selalu disebabkan oleh ketidaktahuan remaja akan narkoba.
“Pada dasarnya, remaja sudah memiliki informasi seputar barang berbahaya tersebut. Namun, banyak remaja yang mendapatkan sumber informasi yang salah,” katanya.
Sementara, pemateri lainnya, dr. Hj. Sofi Sopiawati mengungkapkan, banyak remaja yang terjerumus narkoba karena menganggap dirinya tidak akan mengalami kecanduan apabila hanya sekali mencoba. Kesalahan informasi tentang narkoba ditambah keingintahuan (curiousity) yang sangat tinggi dalam diri seorang remaja, adalah faktor penyebab seseorang mencoba-coba narkoba dan akhirnya terjerumus.
“Jika mitos ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan tidak ada upaya meluruskan kekeliruan pandangan tersebut, korban yang berjatuhan akibat penyalahgunaan narkoba akan semakin banyak,” terangnya.
Oleh sebab itu sambung dr Sofi, setiap pelajar dihimbau untuk tidak menerima informasi secara mentah-mentah dari satu sumber, tetapi mengecek kebenarannya dari berbagai sumber lain.
“Dalam hal ini, sikap keingintahuan untuk mencari fakta sesungguhnya harus ditumbuhkan di kalangan pelajar, didampingi guru dan orangtua,” paparnya.(AND)