Kuningan Terkini - Bergulirnya program USAID Prioritas yang telah berjalan selama satu tahun di Kabupaten Kuningan, membuat Pemkab Kuningan melalui Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kuningan bekerjasama dengan USAID Prioritas menggelar unjuk keberhasilan pendidikan (Showcase).
Dalam acara tersebut, sekolah/madrasah mitra USAID melakukan unjuk prkatik baik dalam pembelajaran dan manajemen melalui pameran, simulasi pembelajaran, dan bincang-bincang pendidikan (talkshow).
“Kami ingin semua sekolah memiliki mutu relatif sama. Setiap sekolah adalah sekolah unggulan sehingga tidakada sekolah yag terlalu menonjol sebagai sekolah favorit, sementara sekolah lain tidak dilirik,” kata Bupati Kuningan Utje Ch Suganda usai menghadiri USAID Showcase, Rabu (18/2/2015).
Dikatakan, dalam hal inilah terletak titik-temu antara program USAID dan program pendidikan pemerintah Kuningan. Dirinya juga mengapresiasi kerja keras para fasilitator USAID (Fasda) yangtelah menjadi motor penggerak inovasi pendidikan.
“Saya percaya, para Fasda dapat mendorong kesamaan mutu sekolah termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil,” katanya.
Sementara Koordinator USAID Prioritas Jawa Barat, Erna Irnawati menuturkan, dalam perjalanan selama satu tahun ini, program USAID Prioritas tentunya sudah mampu menunjukan dampaknya di Kuningan hingga di tingkat sekolah.
“Sebab, showcase merupakan kesempatan segenap pemangku kepentingan pendidikan Kuningan, untuk menunjukan dampak program melalui simulasi pembelajaran, talkshow, dan pameran praktik yang baik,” sebutnya.
Pihaknya berharap, kegiatan semacam ini bisa menginspirasi para guru, kepala sekolah, pengawas, dan bahkan siswa di kecamatan-kecamatan non mitra di daerah Kuningan.
"Pada akhirnya harapan agar seluruh sekolah di Kuningan memiliki kualitas yang sama bisa tercapai dan seluruhnya menjadi sekolah favorit," ujarnya.
Dalam simulasinya, pada sesi simulasi pembelajran, siswa SDN I Cilimus memperagakan proses pembelajaran IPA mengenai pembuatan saringan air. Ada juga dari siswa SMPN I Cilimus yang memperagakan pembentukan sel tubuh secara rinci dalam bahasa inggris, dan akhirnya bupati didaulat agar mengujicoba hasil karya para pelajar tersebut. (AND)