Kuningan Terkini - Sebagai upaya menuju perguruan tinggi berbasis riset, tahun ini 77 dosen tetap Universitas Kuningan bakal melakukan penelitian. Hal ini setelah digelarnya penandatanganan surat kontrak atau surat perjanjian penugasan penelitian di gedung rektorat, Kamis (28/5/2015).
“Jumlah dana untuk penelitian dari internal sebesar Rp 231 juta. Masih-masing dosen peneliti akan akan mendapatkan Rp 3,5 juta - Rp 6 juta,” kata Bidang Penelitian Lembaga Lenelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Uniku, Oding Syafrudin SSi MM kepada Kuningan Terkini.
Dikatakan Oding, hampir di semua fakultas di Uniku, dosennya mengajukan judul penelitian. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan 27 usulan judul penelitian. Fakultas Ilmu Komputer (FKOM) 8 judul penelitian, Fakultas Ekonomi (FE) 5 judul penelitian, Fakultas Hukum (FH) 5 judul penelitian, Fakultas Kehutanan (FHut) 3 judul penelitian dan pasca sarjana 3 judul penelitian.
“Paling banyak yang yang akan melakukan penelitian dari FKIP. Untuk waktu penelitiannya dibawah 1 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan Dr H Iskandar MM menyampaikan, bahwa hampir tiap tahun terjadi peningkatan dosen Uniku yang melakukan penelitian baik itu penelitian Dikti Kemenristek maupun internal Uniku. Tahun 2013, total judul penelitian dari Dikti dan internal sebanyak 23 judul. Tahun 2014 38 judul dan tahun 2015 49 judul.
“Jumlah dosen peneliti tahun 2013 46 orang, tahun 2014 64 orang dan tahun 2015 77 orang,” ucapnya.
Semakin banyak jumlah penelitian, lanjut Iskandar, menunjukan semakin baik indikator kinerja utama penelitian. Meningkatnya kualitas dosen, ternyata juga sejalan atau linier dengan jumlah kegiatan penelitian baik penelitian yang didanai dari Dikti maupun penelitian dari dana internal Uniku.
“Sesuai dengan komitmen kami yang ingin menjadi Uniku sebagai perguruan tinggi berbasis riset, maka kegiatan penelitian sangat mendapat perharian penuh dari jajaran pimpinan Uniku. Harapan kami, Uniku yang ingin naik kelas dari perguruan tinggi kluster binaan menjadi kluster madya dapat tercapai,” pungkasnya. (DHE)