Pendidikan

Ini Hasil Diskusi Kebangsaan

Diskusi kebangsaan

Kuningan Terkini - Masa reses yang dilakukan Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, H Yanuar Prihatin yang menjabat sebagai anggota Komisi II, nampaknya terus memberikan pemahaman materi soal kebangsaan kepada para konsituen. Namun kali ini, wakil rakyat asal Kuningan itu mengajak mahasiswa untuk berdiskusi soal kebangsaan. Bedanya, diskusi kebangsaan ini menghadirkan narasumber lainnya yakni Ketua MUI Kuningan, KH Abdul Aziz.

Dalam materinya, Yanuar menekankan agar para generasi muda khususnya Mahasiswa, mampu untuk memahami implementasi pancasila diantara desakan paham-paham asing dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk menangkal ancaman dari paham asing, maka Pancasila sebagai dasar negara Kesatuan RI harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari hari,” ucap Yanuar Prihatin Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Jawa Barat X (Ciamis, Kuningan, Banjar) kepada KaTer usai memberikan materi, Selasa (14/7/2015).

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara dijadikan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara. Menurut Ketetapan MPR nomor III/MPR/2000 merupakan sumber Hukum dasar nasional.

“Dalam rangka penyerapan aspirasi masyarakat, bagaimana membicarakan Pancasila ditengah paham-paham yang bertentangan Pancasila. Kalau dulu, ancaman pancasila dari dalam negara seperti DI TII, kalau sekarang dari luar seperti ISIS, arus globalisasi (liberalisme, kapitalisme, komunisme),” sebutnya.

Dikatakan, sebagai langkah menghadapi berbagai ancaman tersebut, maka nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan kembali, dan diamalkan dalam berbagai kehidupan baik di bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, politik, bahkan dalam kehidupan rumah tangga.

“Untuk menangkal ancaman dari luar yang bertentangan Pancasila, pertama mengkaji ulang soal Pancasila. Hal ini agar para pemuda mampu mengetahui kelebihan, kekuatan Pancasila itu dimana, jangan hanya melihat ideologi lain, tetapi mengabaikan ideologi yang dimiliki,” ujarnya.

Sebab menurutnya, Pancasila itu sudah terbukti memiliki kekuatan yang luar biasa. Bukan hanya Indonesia saja tetapi menangkal sejumlah hal-hal yang buruk.

“Mengapa paham yang bertentangan di Indonesia bisa hidup di Indonesia, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, jika ingin kuat, negara kesatuan ingin kuat, maka seluruh benih-benih yang memunculkan kontradiksi dengan dasar negara dan ideologi itu sendiri, harus diatasi lebih awal,” pungkasnya.(AND)


Fishing