Pendidikan

KKN Uniku Sosialisasi Bahaya Narkoba

Mahasiswa UNIKU saat KKN di Cigugur

Kunignan Terkini - Mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Kuningan Posko 33 bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan dan Sat Narkoba Polres Kuningan, menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat Desa Puncak Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Minggu (30/08/2015).

Ketua kelompok KKN UNIKU Posko 33 Desa Puncak, Deni Muizuddin kepada KaTer mengaku bahwa, tujuan diselenggarakannya sosialisasi bahaya narkoba, selain dapat mengedukasi masyarakat akan bahaya narkoba, juga memberikan imunitas dari ancaman narkoba yang dapat mengancam kapan saja, siapa saja dan dimana saja.

“Untuk itu, mahasiswa KKN menggandeng BNNK Kuningan dan Sat Narkoba Polres Kuningan sebagai narasumber,” terangnya. Sosialisasi bahaya narkoba ini kata Deni, merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang sengaja digelar dalam momen menyambut Hari Jadi Kota Kuningan ke 517 Tahun, yang sebelumnya telah sukses menggelar baragam perlombaan rakyat bersama warga Desa Puncak. Sementara, Dosen Pembimbing, Daang Suhendar MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa, atas nama Mahasiswa KKN dirinya mewakili mahasiswa dari 4 Fakultas Uniku seperti Fakultas Komputer, Ekonomi, Keguruan Ilmu Pendidikan dan Hukum, mengucapkan terima kasih kepada BNN Kuningan, Polres Kuningan dan Kabag Umum Sekretaris Daerah Kuningan yang sudah bekerja sama atas terlaksananya kegiatan ini.

Ditempat yang sama, Kades Desa Puncak, Diding Muslihuddin mengungkapkan, aparat desa memberikan apresiasi atas pelaksanaan program penyuluhan narkoba yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNIKU, dengan melibatkan langsung BNN dan Polres Kuningan di wilayahnya.

“Program yang dilaksanakan mahasiswa KKN ini sangat tepat. Sebab, kegiatan ini merupakan hal positif yang mampu memberikan pemahaman tentang penyalahgunaan Narkoba,” katanya.

Dia juga mengaku bahwa, di desanya kerap kali terjadi ‘gesekan’ antar pemuda saat adanya hiburan seperti dangdut dan lainnya, yang diduga karena disebabkan obat-obatan terlarang serta minuman keras.

“Kami berharap para orang tua juga harus berperan aktif dalam membimbing anak-anak, supaya tidak terjerumus dalam lembah hitam akibat penggunaan barang haram,” pungkasnya.(AND)


Fishing