Kuningan Terkini - Kelompok kerja Guru Madrasah (KKG) MI Ciawigebang menggelar seminar sehari tentang Metode Tamyiz Terjemahan AL-Quran dan Kitab Kuning untuk anak-anak, yang dielenggarakan di RM Lembah Ciremai, Sabtu (05/12/2015).
Seminar sehari ini diikuti oleh Kepala Sekolah dan guru MI se-KKMI 2 Ciawigebang sebanyak 176 orang lebih. Narasumber dalam seminar ini yakni penemu metode tamyiz Abaza MM dari Indramayu.
Ketua Panitia Abdul Syukur mengatakan, bahwa guru merupakan agen utama pembaharuan dalam pendidikan. Guru harus senantiasa memotivator diri supaya menjadi motivator baik bagi peserta didiknya.
“Motivasi diperlukan agar guru selalu inovatif dalam menciptakan model pembelajaran, strategi, dan metode pembelajaran. Tujuan dari kegiatan ini adalah menambah wawasan dan pengetahuan para guru, ajang silaturahmi, dan diharapkan menjadi program unggulan bagi madrasah masing-masing,” katanya.
Abaza menejelaskan, metode tamyiz adalah formulasi teori nahwu-shorof quantum dengan cara pembelajaran yang mudah dan menyenangkan. Sebuah metode yang mampu membuat anak SD/MI dan siapapun yang bisa membaca Al-Qur’an 30 juz agar pintar menterjemah Qur’an dan Kitab Kuning dalam 100 jam.
“Diharapkan dengan metode ini bisa dipertimbangkan dalam muatan lokal di sekolah-sekolah yang bernaung di bawah Kemenag dan Kemendiknas,” tuturnya. (l.hakim)