Kuningan Terkini - Setelah ditetapkan sebagai sekolah rujukan nasional, SMK Pertiwi Kuningan mulai dibanjiri sekolah yang ingin melakukan studi banding. Tak hanya dari daerah di Provinsi Jawa Barat saja, melainkan sudah lintas provinsi.
Bahkan, Rabu pagi (27/1/2016), 5 sekolah di Batam melakukan studi banding ke SMK Pertiwi. Kelima sekolah tersebut yaitu SMKN 1 Batam, SMKN 5 Batam, SMKN 6 Batam, SMKN 7 Batam dan SMK Pertiwi Batam.
Bukan hanya kepala sekolah dan siswa dari masing-masing sekolah tersebut saja saat kunjungan ke SMK Pertiwi, namun rombongan dari Batam juga didampingi oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota batam dan Dinas Pendidikan Kota Batam.
Wakasek Hubungan Industri dan Masyarakat SMK Pertiwi Yan Julfitriana ST mengatakan, kedatangan rombongan dari Batam ke SMK Pertiwi yakni ingin mengetahui kelas industri yang ada di sekolah yaitu Kelas Khusus Yamaha dan Axioo Class Program.
“Mereka ingin tahu kelas industri itu seperti apa. Mulai dari kurikulum, infrastruktur dan cara bekerjasama dengan industri. Kelima sekolah dari Batam tersebut ingin menerapkan inovasi yang ada di SMK Pertiwi tentang kelas industri untuk diterapkan di sekolahnya,” kata Yan.
Dalam kunjungan tersebut, selain diberikan pemaparan oleh pihak SMK Pertiwi tentang profil sekolah, rombongan dari Batam juga meninjau langsung ruang teori dan praktek kelas industri, Bursa Kerja Khusus (BKK), dan ekstrakurikuler balap motor.
“Mereka ingin tahu infrastruktur yang menunjang adanya kelas industri. Bahkan mereka juga melihat unit produksi yang ada di sekolah seperti axioo service point, spirit part shop dan bank sekolah,” ungkap Yan.
Sementara itu, Kepala SMK Pertiwi Kuningan Dea Ariana Vamitrianto MSi mengatakan, selama bulan januari, sudah ada 12 sekolah yang melakukan studi banding ke SMK Pertiwi. Bahkan bulan februari mendatang pun sudah ada 3 sekolah yang ngantri untuk melakukan kunjungan, yaitu SMKN 1 Cipanas, SMKN Banjit Lampung dan SMKN Kalianda.
“Ini kebanggaan buat Kabupaten Kuningan. Dimana SMK Pertiwi kini menjadi acuan dalam mutu pendidikan, karena telah mengimplementasikan kurikulum berbasis industri. Secara tidak langsung juga, turut mempromosikan Kabupaten Kuningan ke daerah lain untuk bidang pendidikan dan wisata,” terangnya. (DHE)