Kuningan Terkini - Membaca menjadi salah-satu aktivitas bermanfaat yang banyak ditentang. Namun cara untuk menentangnya bukan dengan demonstrasi, mogok makan, menjahit mulut, atau melakukan petisi. Simpel saja, orang-orang mulai menjauhi bahkan tidak melakukan aktivitas membaca. Aktivitas yang diisi dengan melihat dan menyerap berbagai kata dianggap sebagai sesuatu yang membosankan.
Kita juga sering mengedepankan mitos bahwa membaca memerlukan masa yang cukup lama. Di saat yang sama, kita beralibi dengan berbagai kegiatan atau kesibukan lain. "Tak ada waktu" pun sering menjadi kalimat klise untuk tidak membaca sama-sekali. Wah, sesibuk itukah kita? Sebenarnya waktu untuk membaca selalu tersedia.
Faktanya, kita masih meluangkan diri untuk jalan-jalan di media sosial, menjadi saksi pertandingan olahraga, atau pun menonton berbagai acara televisi. Masalahnya bukan soal lama atau sebentar, tapi apakah kita juga menjadikan aktivitas membaca sebagai prioritas juga? Banyak bacaan bermanfaat yang hanya menguras sedikit waktu, paling beberapa menit.
Bicara tentang membaca bukan berarti kita akan bersinggungan dengan aneka buku yang tebal-tebal dan isinya ruwet-ruwet. Tidak selamanya begitu. Kita bisa "menyisihkan" sekian menit dari kesibukan untuk membaca sebentar. Sumbernya bisa apa saja, yang penting kontennya mengandung sesuatu yang bermakna.
Namun efek dari waktu yang cukup singkat itu ternyata sangat bermanfaat. Kita sudah sama-sama tahu kalau membaca membuat pengetahuan kita bertambah. Kita juga sudah sama-sama merasakan kalau membaca membuat pelakunya seakan terhibur. Tetapi ternyata lebih dari itu. The National Reading Campaign serta CBC Books Amerika memaparkan hasil studi mereka.
Membaca rupanya bisa mengendorkan syaraf yang tegang, mengurangi stress, mengubah pola berpikir, meningkatkan rasa empati, dan intinya menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik. Semua manfaat itu bisa dirasakan dari aktivitas membaca yang sebentar, tak perlu lama-lama. Kekeliruan besar juga apabila kita menganggap kalau membaca merupakan agenda yang sia-sia dan buang-buang waktu saja. Mari, membaca!
Penulis : Dian