Kuningan Terkini – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) kembali mendulang prestasi yang membanggakan. Prestasi tersebut yaitu, kinerja penelitian yang dilakukan STIKKU menjadi yang terbaik se-wilayah 3 Cirebon dan urutan ke-2 se-Jawa Barat dan Banten khusus perguruan tinggi (PT) swasta kesehatan.
Ketua STIKKU Asep Sufyan Ramadhy SKed kepada Kuningan Terkini mengatakan, berdasarkan Surat Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti Nomor 2331/DRPM/TU/2016 tentang Hasil Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi Tahun 2013-2015 tertanggal 18 Agustus 2016, STIKes Kuningan (STIKKU) berhasil menduduki peringkat ke-427 dari 1477 PT baik negeri maupun swasta se-Indonesia dalam hal kinerja penelitian dan pengabdian masyarakatnya. Namun, diantara perguruan tinggi yang ada di wilayah III Cirebon, STIKKU berhasil menjadi pergurun tinggi terbaik pertama disusul kemudian oleh Universitas Kuningan di peringkat 487.
“Tapi, diantara perguruan tinggi kesehatan di Kopertis Wilayah IV (Jawa Barat dan Banten), kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat STIKKU berada di peringkat kedua terbaik setelah STIKes Jendral Achmad Yani Cimahi,” beber Asep.
Hasil penilaian kinerja ini tentu saja disambut baik oleh seluruh sivitas akademika STIKKU. “Saya sangat bersyukur dan bahagia sekali atas capaian kinerja ini,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Asep ini.
Dijelaskan Asep, sudah 3 tahun STIKKU berkonsentrasi penuh dalam meningkatkan kinerja penelitian ini. Setelah semua program studinya terakreditasi BAIK oleh BAN PT maupun LAM PT Kesehatan. STIKKU kini dihadapkan pada tantangan baru sebagai perguruan tinggi dengan kinerja penelitian yang bisa dibanggakan.
“Dari 4000 lebih PT di Indonesia yang berhasil diaudit ada 1477 PT. Dan dari 1477 PT yang dilakukan assessment ternyata kita menduduki peringkat ke-427 dengan status binaan. Saya pribadi menargetkan memang tahun 2017 sudah bisa naik status jadi PT MADYA. Karena itu, kami harus bekerja ekstra keras dan fokus untuk mengawal masa transisi kelembagaan perguruan tinggi ini secara perlahan namun pasti dari Teaching University menjadi Research University,” ungkapnya.
Asep menuturkan, pihaknya menyadari tatanan yang sedang dibangun masih sangat rapuh untuk sampai pada Research University. Karena itulah visi STIKKU tidak dulu ke sana.
“Kami harus tahu diri, usia STIKKU itu baru mau akan 10 tahun pada 22 Desember 2016 besok. Jadi sangat tidak pas dan tidak realistis jika research university kami tetapkan sebagai visi 2020. Kami mungkin masih berkutat di teaching university namun tentu ada bedanya yakni pada bobot inovasi-nya, jadi walaupun visinya masih teaching university namun tetap kaya akan inovasi dan kejutan-kejutan seperti sekarang ini,” ucap Asep sambil tertawa tersipu-sipu.
Menurut Asep, prestasi ini sekaligus hadiah ulang tahun bagi Kabupaten Kuningan yang ke-518 dan juga bagi Dies Natalis STIKKU yang ke-10 di bulan Desember mendatang.
"Semoga STIKKU bisa terus berkembang dengan reputasi akademik yang membawa nama harum Kabupaten Kuningan di masa-masa yang akan datang,” harapnya.
Prestasi kelembagaan ini juga disambut positif oleh Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan Prof Dr Hj Dewi Laelatul Badriah MKes AIFO.
“STIKKU harus punya daya beda dan daya bangga bagi sivitas dan alumninya. Saya tunggu prestasi-prestasi lainnya baik dari dosen maupun mahasiswanya lewat hibah-hibah Kemristek Dikti dan dari lembaga lainnya. Saya sangat bangga sekali,” ungkap Dewi. (dhe)