Kuningan Terkini - Pondok Pesantren Husnul Khotimah, menerima kunjungan parokial Gereja Cigugur dalam rangka dialog dan jajak pendapat. Pertemuan tersebut yang berlangsung di gedung pertemuan Darul Arqam Ponpes Husnul Khotimah, dihadiri oleh Romo Abu Kasman sebagai Ketua Paroki Kab. Kuningan, Suster Margaret Johnson dari USA, Suster Maria Ana dari Republik Ceko, Suster Theresiaku dari Taiwan, beserta 5 orang suster dari Indonesia dan beberapa orang santri dan guru Ponpes Husnul Khotimah, belum lama ini.
KH. Achidin Noor, MA., Minggu (25/09/2016) mengatakan, secara khusus disampaikan kunjungan ini dilakukan untuk mengenal ponpes ini dikarenakan jumlah santrinya yang banyak dan mengenal potret umat Islam di Kab. Kuningan yang sudah sejak lama dapat hidup rukun dan berdampingan dengan umat Kristen. Umat Islam memang sangat toleran terhadap perbedaan dan mengakui agama Kristen dan Yahudi.
“Kerukunan dan Kedamaian sudah biasa dan menjadi darah daging agama kami (Islam). Islam sangat responsif terhadap perbedaan dan mengakui Agama Kristen dan Yahudi. Islam mengakui Taurat, Injil dan Zabur, jadi pada prinsipnya Islam sangat ngemong agama samawi.” paparnya.
Achidin yang juga memiliki hubungan dekat dengan Romo Abu Kasman menyambut baik kunjungan parokial ini sebagai salah satu hal yang bisa menjalin kerekatan hubungan yang baik dan harmonis antara pemeluk Islam dan Kristen di Kabupaten Kuningan. Sementara itu, Romo Abu Kasman berterima kasih atas sambutan hangat dari pondok pesantren. Ia juga mengatakan Gereja Pusat telah menegaskan agama Islam dan umatnya tidak memiliki kaitan apapun dengan terorisme seperti yang selama ini gencar diberitakan media internasional.
“Teroris bukan Islam, dan dari Gereja Pusat sudah memerintahkan kepada seluruh gereja bahwa Umat Islam bukan teroris.” ujarnya.
Salah satu santri yang hadir menanyakan kepada para suster mengenai pendapat mereka tentang agama Islam. Suster Margareth, seorang biarawati asal Amerika Serikat menjawab bahwa agama Islam itu sama dengan agama lain yang ada di dunia ini.
“Di dunia ini ada berbagai macam agama, multietnik, multiras, multiagama, dan semuanya harus saling menghormati. Jangan menilai seluruh orang Amerika berpendapat seperti Donald Trump karena dia sedang kampanye ingin terpilih sebagai presiden, karena pendapat dia tidak mewakili orang Amerika. Itu hanya pendapat pribadi saja.” tuturnya.
Selain suster Margareth, suster Maria Ana asal Republik Ceko juga turut menyatakan kekagumannya terhadap toleransi beragama yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Kuningan. Dia menyatakan pernah berkunjung ke beberapa negara di dunia, tetapi tidak ada yang seperti Indonesia.
“Ketika saya berkunjung ke negara Indonesia lebih khusus Kuningan (Husnul Khotimah) saya merasa kaget, karena tidak seperti yang saya bayangkan. Suasananya sangat bersahabat dan disambut dengan hangat dan antusias disambut santri dan guru.” ujarnya. (L.hakim)