Kuningan Terkini - Meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja khususnya pelajar sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, pencegahan mulai sejak dini harus dilakukan. Hal itu ditegaskan mantan pecandu narkoba, Indra yang sedang menjalani rehabilitasi di Rumah Damping Tenjo Laut saat memberikan materi Pengenalan Dini Adiksi terhadap 206 siswa laki-laki SMP IT Al-Multazam pada Senin (10/10/2016).
Adiksi kata Indra, merupakan suatu kondisi ketergantungan fisik dan mental terhadap hal-hal tertentu yang menimbulkan perubahan perilaku bagi orang yang mengalaminya. Dalam adiksi, terdapat tuntutan dalam diri penyalahguna narkoba untuk menggunakan secara terus menerus dengan disertai peningkatan dosis.
“Terutama setelah terjadinya ketergantungan secara fisik dan psikis serta terdapat pula ketidak mampuan untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi narkoba meskipun sudah berusaha keras,” katanya.
Kepada ratusan siswa dan guru yang mendampingi, Indra menjelaskan, adiksi narkoba bisa menyerang siapa saja. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, mulai dari pelajar, mahasiswa, artis, PNS, polisi, bahkan pejabat dan profesor pun ada yang terjerat narkoba. Artinya, tidak ada satupun profesi yang terbebas dari adiksi narkoba.
“Masa remaja sangat rentan terkena narkoba karena sedang masa pubertas dan rasa ingin coba-cobanya sangat tinggi. Hal ini harus di cegah karena penyebab yang ditimbulkan dari narkoba sangat fatal dan bisa menimbulkan penyakit kronis,” ujarnya.
Menurut Arif selaku koordinator siswa, penyuluhan narkoba ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh siswa SMP Al-Multazam sejak tahun 2012. Setiap siswa kelas 8 wajib mengikuti penyuluhan narkoba karena berkaitan dengan mata pelajaran IPA yang ada disekolah.
“Pemateri penyuluhan tersebut dilakukan oleh para mantan pecandu narkoba, sehingga penyampaiannya pun akan lebih dimengerti oleh para siswa,” terangnya.
Sementara, salah satu siswa, Galuh mengaku mendapat banyak pengetahuan mengenai bahaya narkoba. "Saya senang bisa belajar lebih banyak tentang narkoba, sehingga saya tahu harus menghindarinya karena sangat berbahaya untuk masa depan saya", ujarnya.
Tidak hanya penyuluhan, para siswa diajak berkeliling tempat rehabilitasi serta diberi pengetahuan umum mengenai tempat tersebut yang di dampingi direktur Rumah Damping Tenjo Laut Juju Junaedi bersama para mantan pecandu narkoba. Sesi tanya jawab antara siswa dan mantan pecandu menjadi momen yang berkesan bagi para siswa sekolah Islam Terpadu ini. (nonarizky)