Pendidikan

Wali Murid Perlu Diedukasi P4GN

Rapat kerja BNN Kuningan

Kuningan Terkini - Kenakalan remaja akhir-akhir ini semakin menimbulkan keprihatinan bagi masyarakat. Pasalnya BNN Kabupaten Kuningan sudah beberapa kali menerima laporan dan pengaduan mengenai siswa-siswa sekolah di Kuningan yang mengalami kecanduan narkoba, khususnya obat-obatan daftar G yaitu obat yang dijual bebas terbatas. Bahkan diantaranya sudah over dosis dan harus segera ditangani oleh tenaga medis karena ketidaktahuan keluarga mengenai ciri-ciri penyalahguna narkoba.

Prihatin dengan fenomena ini, BNN menggandeng seluruh penggiat pendidikan di Kabupaten Kuningan, Kamis (3/11/2016) di Hotel Purnama Mulia menggelar Rapat Kerja Peningkatan Peranan dan partisipasi Lingkungan Pendidikan dalam Upaya P4GN. Rapat ini menghadirkan pembicara Guruh Irawan Zulkarnaen selaku kepala BNN bersama Bayu Rusman dari Disdikpora.

Dalam rapat kerja ini, terdapat keluhan dari peserta mengenai persepsi masyarakat tentang kenakalan remaja sebagaimana yang diungkapkan Saidun dari MKKS SMK. Menurutnya, sekolah selama ini dijadikan kambing hitam atas kenakalan siswa. Padahal waktu pendidikan di sekolah hanya 6-7 jam dalam sehari.

“Waktu antara 17 sampai 18 jam sisanya, ditentukan pendidikan di lingkungan keluarga dan lingkungan bergaul. Namun, sebagian orang tua siswa yang mendapati anaknya melakukan kenakalan seperti penyalahgunaan narkoba seakan hanya menyalahkan sekolah saja tanpa introspeksi diri,” kata Saidun menjelaskan.

Atas dasar itu, tercetuslah kesepakatan perlunya wali murid diedukasi dengan pengetahuan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Sehingga kenakalan remaja bisa diminimalisir dengan bantuan pengawasan dari orang tua murid.

Sebelumnya, program ini telah dilaksanakan rutin kebeberapa sekolah seperti SMA Negeri 1 Jalaksana dan SMK Negeri 1 Japara dengan mengadakan penyuluhan bahaya narkoba kepada wali murid saat terima raport. Hanya saja program ini belum merata keseluruh sekolah di Kabupaten Kuningan.

Dengan adanya Raker ini diharapkan semua sekolah bisa mengajak orang tua wali murid turut peduli terhadap pencehan narkoba pada anaknya masing-masing. Selain program tersebut, pihak Disdikpora memaparkan program kerjasama antar instansi yaitu road show bersama BNN kesekolah-sekolah akans emakin ditingkatkan.

Tidak hanya itu, program P4GN akan diusung kedalam kurikulum sekolah serta perlu perlu diadakannya test urine narkoba untuk memastikan bahwa semua siswa didik di Kabupaten Kuningan wajib bersih dari Narkoba. (NonaRizky)


Fishing