Pendidikan

Yamaha Rekrut Tenaga Kerja Dari SMK Pertiwi

Kuningan Terkini – PT Yamaha Indonesia melakukan kunjungan ke SMK Pertiwi Kuningan untuk melaksanakan rekrutmen tenaga kerja, Selasa (11/4/2017). Seleksi yang dilaksanakan di sekolah setempat ini, diikuti 436 siswa SMK Pertiwi kelas XII dari jurusan teknik kendaraan ringan (TKR), teknik sepeda motor (TSM) serta teknik komputer dan jaringan (TKJ).

Kepala Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Pertiwi Kuningan, Uci Sanusi mengatakan, kegiatan seleksi calon karyawan PT Yamaha Indonesia ini diikuti 436 siswa SMK Pertiwi yang terdiri dari jurusan TKR, TSM dan TKJ. Tes dilakukan di Kampus SMK Pertiwi meliputi tes administratif, tes tulis dan psikotes.

“Untuk tes wawancara atau interview dilaksanakan tanggal 20 April di SMK Pertiwi menunggu hasil tes hari ini. Sedangkan tes medical check up langsung oleh PT Yamaha Indonesia,” kata Uci yang juga Ketua Forum BKK se-Kabupaten Kuningan.

Diungkapkan Uci, lebih dari 5 kali PT Yamaha Indonesia melakukan rekrutmen tenaga kerja di SMK Pertiwi Kuningan termasuk dengan seleksi yang sekarang dilaksanakan.

“Alhamdulillah alumni kita pun banyak yang sudah bekerja di Yamaha. Hampir setiap tahun pihak sekolah menyalurkan alumninya bekerja di Yamaha,” ungkapnya.

Kepala SMK Pertiwi Kuningan Dea Ariana Vamitrianto MSi menuturkan, seringnya Yamaha melakukan rekrutmen tenaga kerja di SMK Pertiwi Kuningan karena SMK Pertiwi telah melakukan MoU dengan Yamaha.

“Kita telah MoU langsung dengan Yamaha. Kita punya 2 link, yang Kelas Khusus Yamaha ditempatkan bekerja sebagai mekanik di dealer-dealer Yamaha dan yang reguler kita salurkan ke pabrik Yamaha,” beber Dea.

Dijeslakan Dea, kegiatan rekrutmen tenaga kerja PT Yamaha Indonesia ini, pihaknya tidak memungut biaya sepeser pun dari pendaftar alias gratis. Begitupun jika ada program rekrutmen tenaga kerja lainnya dan ada pendaftarnya dari sekolah lain tetap di gratiskan.

“Bagi kami, jika siswa kita sudah bekerja, berarti sekolah sudah sukses meluluskan siswanya. Begitupun dengan lulusan dari sekolah lain yang daftar di sekolah kita untuk mengikuti rekrutmen tenaga kerja sebuah perusahan, minimal kita sudah membantu untuk mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Kuningan,” ucap Dea.

Dibeberkan Dea, berdasarkan penelusuran data, 80 persen siswa SMK Pertiwi setelah lulus sekolah lebih berminat untuk bekerja, 7 persen melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, 3 persen berwirausaha dan 10 persen belum menentukan pilihan.

“Alhamdulilah target 80 persen bekerja tercapai karena kita terus melakukan rekrutmen. Besok saja kita adakan rekrutmen calon karyawan dari PT Komida (Koperasi Mitra Dhuafa). Ada 150 siswa kita yang mendaftar dari 3 jurusan yaitu jurusan teknik komputer dan jaringan, teknik rekayasa perangkat lunak dan jurusan perbankan,” ungkapnya.

Sementara itu, HRD PT Yamaha Indonesia Idi Wahidin dan Didin Safa’at mengaku bahwa PT Yamaha Indonesia merasa terbantu dengan adanya rekrutmen karyawan di sekolah. “Hal ini juga sesuai komitmen antara Yamaha Indonesia dengan sekolah,” terangnya. (dhe)


Fishing